Sabtu, 08 November 2014

Pelajaran Administrasi Perkantoran - kelas 11 Smk


A. Definisi Standar Operasional Prosedur (SOP)



Pengertian Standar Operasional Prosedur lainnya adalah suatu standar/ pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok kerja agar dapat mencapai tujuan organisasi. SOP merupakan tatacara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu. 
Menurut (Atmoko, 2011:2), Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator indikator teknis, administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.


B. Manfaat Standar Operasional Prosedur (SOP)

  •  Sebagai acuan/ aturan baku bagi perusahaan atau organisasi berlaku untuk atasan maupun bawahan dalam melakukan tugas-tugasnya sehingga lebih terarah dan tepat guna.
  • Sebagai pedoman untuk mengurangi faktor kesalahan dalam proses kerja
  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas karyawan baik secara individu maupun kelompok.
  • Meningkatkan kemandirian karyawan sehingga tidak selalu tergantung pada manajemen/pimpinan dalam menjalankan tugasnya.
  • Menciptakan ukuran standar kerja yang dapat dipakai oleh karyawan dalam mengevaluasi dan memperbaiki kemampuannya.
  • Memberikan informasi mengenai peningkatan kompetensi karyawan.
  • Menciptakan keseragaman proses kerja

C. Tujuan Standar Operasional Prosedur (SOP)

  1. Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
  2. Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi
  3. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
  4. Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya.
  5. Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi

D. Fungsi Standar Operasional Prosedur  (SOP)

  1. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
  2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
  3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
  4. Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
  5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.


E. Keuntungan adanya SOP

  1. SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten
  2. Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan
  3. SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.

F. Simbol-Simbol SOP


Terminal
Menunjukkan awal atau akhir dari aliran proses. Biasanya, diberi kata-kata ‘Start’, ‘End’, ‘Mulai’, atau  ‘Selesai’.
Process, Manual Operation, dan Manual Input
Untuk menunjukkan sebuah proses atau operasi digunakan persegi panjang. Teks dalam simbol proses ini harus menggunakan kata kerja seperti ‘mengambil data’, ‘memeriksa isian formulir’, atau yang lainnya dalam deskripsi yang singkat dan jelas.

Lambang proses ini sebenarnya melambangkan proses yang dilakukan oleh komputer. Karena flow chart memang awalnya digunakan untuk menggambarkan proses pada program komputer atau algoritma. Tapi kadang orang mengartikannya secara umum sebagai proses, yang dilakukan oleh komputer atau tidak. Jika menggunakannya untuk menggambarkan prosedur yang tidak penting untuk melihat itu dilakukan komputer atau tidak maka tidak masalah menggunakan simbol proses secara umum. Tapi, pada kasus dimana Anda akan menggambarkan prosedur yang terdiri dari operasi komputer dan manual  serta penting untuk membedakannya maka sebaiknya menggunakan simbol yang berbeda pula.
Untuk proses atau operasi yang dilakukan secara manual (tidak melibatkan komputer), dalam flow chart digambarkan dengan trapesium. Anda dapat menggunakannya untuk menggambarkan proses seperti mengisi formulir atau memeriksa dokumen.
Lantas, bagaimana menggambarkan proses yang melibatkan manusia dan komputer seperti memasukkan data ke dalam komputer? Untuk proses memasukkan input ke dalam sistem seperti ini dalam flow chart disebut manual input. Manual input dilambangkan menggunakan segi empat yang bagian atasnya miring dan bagian kanan lebih tinggi dari bagian kiri.
Data
Data dapat menjadi input suatu proses atau merupakan outputnya. Dalam flow chart data dimodelkan dengan simbol jajaran genjang atau juga sering disebut bentuk input-output, I/O. 

Decision
Decison digunakan untuk melambangkan pengambilan keputusan bagaimana alur dalam flow chart berjalan selanjutnya berdasarkan kriteria atau pertanyaan tertentu. Decision dilambangkan dengan bentuk belah ketupat dan teks dalam simbol ini biasa menggunakan bentuk pertanyaan.

Pertanyaan yang digunakan biasanya pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak.Tapi, dapat juga yang menghasilkan 3 jawaban atau lebih. Garis yang menunjukkan arah keputusan harus diberi label dengan hasil keputusan atau jawaban pertanyaannya.
Stored Data
Ini menggambarkan informasi yang disimpan dalam media penyimpanan data secara umum, seperti : hard drive, memory card, flash disk, atau media lain. Digunakan simbol segi empat dengan sisi tegaknya melengkung ke kiri.

Database
Silinder merupakan simbol yang digunakan untuk basis data. Sebenarnya juga digunakan untuk melambangkan data yang disimpan dalam hard drive.Namun, kadang perlu membedakan data-data yang diakses dari database secara online dalam jaringan atau hanya dari komputer. Jadi, Anda dapat menggunakan simbol silinder untuk data di database dan untuk data dalam komputer dapat menggunakan stored data.

Predefined Process
Predefined process yaitu proses yang telah kita jelaskan lebih rinci dalam flow chart tersendiri. Ini memungkinkan kita untuk menampilkan flow chart sesuai dengan tingkat detail yang kita inginkan. Misalkan, untuk tingkat manajer pada organisasi kadang hanya perlu gambaran prosedur secara umum, tidak dalam detail teknis.Ini dilambangkan dengan segi empat dengan garis ganda pada sisi tegaknya.

Connector dan Off-page Reference
Connector dilambangkan dengan lingkaran kecil. Digunakan menghubungkan elemen dalam flow chart sebagai pengganti garis untuk menyederhanakan bentuk saat elemen yang akan dihubungkan jaraknya berjauhan dan ruwet jika dihubungkan dengan garis.

Connector digunakan untuk menghubungkan gambar dalam satu halaman. Jika gambar yang akan dihubungkan berada pada halaman yang berbeda maka menggunakan off-page reference yang dilambangkan dengan segi lima. Teks/label untuk connector dapat menggunakan huruf dan off-page reference menggunakan angka.
Swimlane
Digunakan saat kita ingin menunjukkan keterangan seperti dimana proses dilakukan atau siapa yang melakukannya. Ini cocok digunakan untuk prosedur yang melibatkan banyak pihak, lintas organisasi, atau lintas departemen dan penting untuk menunjukkan dimana proses dilakukan. Berikut adalah contoh flow chart pendaftaran anggota perpustakaan dengan swimlane.


G. Jenis SOP dalam Perkantoran

1. SOP Teknis

SOP Teknis, adalah prosedur standar yang sangat rinci dari kegiatan yang dilakukan oleh satu orang aparatur atau pelaksana dengan satu peran atau jabatan. Setiap prosedur diuraikan dengan sangat teliti sehingga tidak ada kemungkinan-kemungkinan variasi lain. SOP teknis ini biasanya dilaksanakan oleh satu orang atau satu kesatuan tim kerja. SOP Teknis berisi langkah-langkah rinci atau cara melakukan pekerjaan atau langkah detail melaksanakan pekerjaan. Dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan SOP teknis diterapkan pada bidang-bidang yang dilaksanakan oleh pelaksana tunggal seperti: pemeliharaan sarana-prasarana, pemeriksaan keuangan, kearsipan, korespondensi, dokumentasi dan lainnya.

2. SOP Administratif

SOP Administratif, adalah prosedur standar yang bersifat umum dan tidak rinci dari kegiatan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang aparatur atau pelaksana dengan lebih dari satu peran atau jabatan. Ciri-ciri SOP Administratif adalah sebagai berikut:

  1. Pelaksana kegiatan berjumlah banyak atau lebih dari satu aparatur atau lebih dari satu jabatan dan bukan merupakan satu kesatuan tunggal.
  2. Berisi tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan atau langkah pelaksanaan kegiatan yang bersifat makro ataupun mikro yang tidak menggambarkan cara melakukan kegiatan.

SOP Menurut Cakupan dan Besaran Kegiatan

1. SOP Makro

SOP Makro mencakup beberapa SOP mikro yang mencerminkan bagian dari kegiatan tersebut atau SOP yang merupakan integrasi dari beberapa SOP mikro yang membentuk serangkaian kegiatan dalam SOP tersebut. SOP makro tidak mencerminkan kegiatan yang sesungguhnya dilakukan oleh pelaksana kegiatan.

Contohnya SOP pengelolaan surat yang merupakan SOP makro dari SOP penanganan surat masuk, SOP pemberian tanggapan terhadap surat masuk, dan SOP pengiriman surat.

2. SOP Mikro

SOP Mikro merupakan bagian dari sebuah SOP (SOP makro) atau SOP yang kegiatannya menjadi bagian dari kegiatan SOP makro yang lebih besar cakupannya. 



SOP Menurut Cakupan dan Kelengkapan Kegiatan

1. SOP FinalSOP final adalah SOP yang berdasarkan cakupan kegiatannya telah menghasilkan produk utama yang paling akhir atau final. Contoh: SOP Penyusunan Pedoman merupakan SOP final dari SOP Penyiapan Bahan Penyusunan Pedoman. SOP penyelenggaraan bimbingan teknis merupakan SOP final dari SOP penyiapan penyelenggaraan Bimbingan Teknis.

2. SOP Parsial

SOP parsial adalah SOP yang berdasarkan cakupan kegiatannya belum menghasilkan produk utama yang paling akhir atau final sehingga kegiatan ini masih memiliki rangkaian kegiatan lanjutan yang mencerminkan produk utama akhirnya. Contoh: SOP Penyiapan Bahan Penyusunan Pedoman yang merupakan bagian (parsial) dari SOP Penyusunan Pedoman.




SOP Menurut Cakupan dan Jenis Kegiatan

1. SOP Generik

SOP Generik (umum) adalah SOP berdasarkan sifat dan muatan kegiatannya relatif memiliki kesamaan baik dari kegiatan yang di SOP kan maupun dari tahapan kegiatan dan pelaksanaannya. Variasi SOP yang ada hanya disebabkan perbedaan lokasi SOP itu diterapkan. Contoh: SOP Pengelolaan Keuangan di Satker A dan SOP pengelolaan Keuangan di Satker B memiliki SOP Generik: SOP Pengelolaan Keuangan dengan aktor: KPA, PPK, Bendahara dan seterusnya.

2. SOP Spesifik

SOP spesifik (khusus) adalah SOP berdasarkan sifat dan muatan kegiatannya rellatif memiliki perbedaan dari kegiatan yang di SOP kan, tahapan kegiatan, aktor(pelaksana), dan tempat SOP tersebut diterapkan. SOP ini tidak dapat diterapkan di tempat lain karena sifatnya yang spesifik tersebut. Contoh: SOP Pelaksanaan Publikasi Hasil Uji Laboratorium A pada Instansi Z hanya berlaku pada laboratorium A di instansi Z tidak berlaku di laboratorium lainnya.



H. Asas-Asas penyusunan SOP



1.       Asas Pembakuan

Standar Operasional Prosedur disusun berdasarkan tata cara dan bentuk yang telah dibakukan sehingga dapat menjadi acuan yang baku dalam melakukan suatu tugas.

2.       Asas Pertanggungjawaban

Standar Operasional Prosedur yang disusun harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi isi, bentuk, prosedur, standar yang ditetapkan maupun dari sisi keabsahannya.

3.       Asas Kepastian

Adanya keseimbangan hak dan kewajiban antara aparatur selaku pemberi layanan dan masyarakat sebagai penerima layanan sehingga masing-masing pihak mempunyai tanggung jawab yang sama.

4.       Asas Keterkaitan

Bahwa dalam pelaksanaannya Standar Operasional Prosedur senantiasa terkait dengan administrasi kegiatan umum lainnya baik secara langsung ataupun tidak langsung.

5.       Asas Kecepatan dan Kelancaran

Sebagai pendukung dalam melaksanakan tugas, maka Standar Operasional Prosedur dapat digunakan untuk menjamin terselesaikannya suatu tugas pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, tepat sasaran, menjamin kemudahan dan kelancaran secara prosedural.







6.       Asas Keamanan

Standar Operasional Prosedur harus dapat menjamin kepentingan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan apa yang telah ditetapkan sehingga dapat tercipta kenyamanan dalam pelaksanaan tugas.

7.       Asas Keterbukaan

Keberadaan Standar Operasional Prosedur dapat menciptakan transparansi dalam pelaksanaan tugas sehingga tidak akan muncul kecurigaan baik dari aparatu sebagai pemberi layanan maupun masyarakat sebagai penerima layanan.



I. Prinsip Penyusunan SOP

a.       Penyusunan SOP harus mengacu pada SOTK, TUPOKSI, serta alur dokumen.

b.      Prosedur kerja menjadi tanggung jawab semua anggota organisasi.

c.       Fungsi dan aktivitas dikendalikan oleh prosedur, sehingga perlu dikembangkandiagram alur dari kegiatan organisasi.

d.      SOP didasarkan atas kebijakan yang berlaku.

e.       SOP dikoordinasikan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan/penyimpangan.

f.       SOP tidak terlalu rinci.

g.      SOP dibuat sesederhana mungkin.

h.      SOP tidak tumpang tindih, bertentangan atau duplikasi dengan prosedur lain.

i.        SOP ditinjau ulang secara periodik dan dikembangkan sesuai kebutuhan.



J.Teknik menyusun SOP

1. Pembentukan tim khusus SOP

Tim terdiri dari tenaga kompeten dari setiap bagian/ divisi perusahaan misalnya manajer pemasaran, manajer support, dll.Jika diperlukan, libatkan konsultan jaminan mutu untuk mendapat informasi/ masukan yang tepat.


2. Pembagian tugas tim

Tenaga yang telah dibentuk diharuskan memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing untuk memetakan deskripsi kerjanya.


3. Penentuan sasaran penerapan SOP

Sasaran SOP yaitu divisi-divisi di perusahaan yang memang patut atau perlu menggunakan SOP


4. Penentuan waktu dan tempat penerapan SOP

Perkirakan waktu pelaksanaannya setelah verifikasi/ persetujuan atas SOP yang dibuat termasuk tempat yang sesuai yaitu divisi masing-masing.


5. Mendokumentasikan jenis kegiatan operasional

setiap divisiSetelah tim memetakan alur kerja setiap divisi yang dipegangnya, catat apa saja jenis kegiatan operasional yang selalu dilakukan. Pencatatan ini dalam bentuk perinci beserta penjelasannya.


6. Menyusun alur kerja, instruksi kerja, dan formulir pendukung

Alur kerja berupa bagan alur (flow chart) beserta penjelasannya. Instruksi kerja adalah penjelasan perinci dari alur kerja. Formulir pendukung digunakan sebagai arsip yang akan menjadi bukti otentik kegiatan operasional.


7. Tukar pendapat/ masukan antarsesama tim

Saling memberi masukan atau tambahan antarsesama tim.


8. Libatkan pelaku pelaksana SOP

Tindakan ini diperlukan agar pelaksana SOP dapat memberikan masukan atas temuan yang kurang.


9. Evaluasi dan perbaikan jika ada Rekonstruksi atau uji coba

Lakukan pengujian SOP setiap divisi untuk mengetahui keefektifannya.


10. Verifikasi dari pihak Quality Management Representative

Setelah uji coba dinyatakan tidak ada masalah dalam pelaksanaan, manajer QMR perusahaan berhak memverifikasi dan memberi persetujuan.


11. Umumkan/ sosialisasikan kepada setiap pelaksana SOP

Sosialisasi SOP dapat dilakukan dengan adanya rapat yang melibatkan semua divisi untuk memastikan bahwa ketika implementasi memang sudah siap.


12. Pemantauan dan analisis

Dalam beberapa bulan ke depan hingga setahun, pemantauan berkala harus selalu dilakukan untuk menilai apakah ada kendala, kriteria yang salah, tidak efektif, dll.



 K. Penerapan SOP dalam Manajemen perkantoran


Penerapan SOP dalam praktek penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi merupakan langkah selanjutnya setelah secara formal ditetapkan oleh pimpinan organisasi. Proses penerapan harus dapat memastikan bahwa output yang dikehendaki dapat diwujudkan yaitu:

1.    Setiap pelaksana mengetahui SOP yang baru disusun dan alasan perubahannya.

2.    Salinan/kopi SOP disebarluaskan sesuai kebutuhan dan siap diakses oleh semua pengguna potensial.

3.    Setiap pelaksana mengetahui perannya dalam SOP dan dapat menggunakan semua pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki untuk menerapkannya secara aman dan efektif (termasuk pemahaman akan akibat yang akan terjadi bila gagal dalam melaksanakan SOP).

4.    Ada mekanisme untuk memonitor/memantau kinerja, mengidentifikasi masalah-masalah yang mungkin timbul, dan menyediakan dukungan dalam proses penerapan SOP.

Pelaksanaan penerapan SOP harus secara terus menerus dipantau sehingga proses penerapannya dapat berjalan dengan baik. Berbagai masukan dalam setiap upaya monitoring akan menjadi bahan yang berharga dalam melakukan evaluasi sehingga penyempurnaan terhadap SOP dapat dilakukan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Lirik Lagu Syahrini - Cinta Sendirian (Feat. Rully)


Lagu ini pas banget buat orang yg lagi galau-galau,karna lagu ini menceritakan tentang dia mencintai seseorang tapi dia gak bisa ngungkapin ke orang nya langsung.Ada 2 faktor sih knapa orang itu gak mengungkapin perasaan nya ke orang yg dia cintai itu :
1) Dia itu gak Percaya Diri / Dia takut kalo orang yg lg dicintai nya itu gak mencintai dia balik
2) Lagu ini di tunjukin dari cewek buat cowok yg lagi dia taksir.jadi gk mungkin kan si cewek itu ngungkapin langsung tentang perasaan nya ke si cowok nya.

Pokok nya lagu ini cocok banget deh buat para remaja kaya gua yg lagi galau galau gitu hehe.soalnya lagu ini lg mewakili perasaan yg lagi gua rasain kepada seseorang.
This is Song For You....

Lirik Lagu Syahrini - Cinta Sendirian (Feat. Rully)

Tahukah kamu aku mengagumimu
Dengan sepenuh hati
Hati yang tak bernyali

Tahukah kamu aku memiliki fotomu
Ku pandang pandangi
Ku pandang pandangi tak henti henti
Bila saja engkau tahu betapa besar rasaku
Rasa cintaku padamu
Di kejauhan hatimu

Inikah namanya cinta sendirian yang ku rasakan
Tiada keberanian menyatakan aku cinta
Hatiku yang malang
Teruslah bertahan jangan kau hilang
Buktikan cintamu teramat dalam
Meski harus cinta sendirian

Tahukah kamu aku memiliki fotomu
Ku pandang pandangi
Ku pandang pandangi tak henti henti
Bila saja engkau tahu betapa besar rasaku
Rasa cintaku padamu
Di kejauhan hatimu

Inikah namanya cinta sendirian yang ku rasakan
Tiada keberanian menyatakan aku cinta
Hatiku yang malang
Teruslah bertahan jangan kau hilang
Buktikan cintamu teramat dalam
Meski harus cinta sendirian

Tiada pernah ku ingin dikeadaan ini
Melihatmu di pelukan hati yang lain
Namun apa daya bibirku tak bisa
Suarakan hati ini

Inikah namanya cinta sendirian yang ku rasakan
Tiada keberanian menyatakan aku cinta
Hatiku yang malang
Teruslah bertahan jangan kau hilang
Buktikan cintamu teramat dalam
Meski harus
Meski harus cinta sendirian

Puisi - Kenangan di SMP



Kali ini gua mau sedikit flasback ke zaman gua smp dulu,Di situlah gua menemukan sahabat yg sesungguhnya...
Kebanyakan orang slalu bilang,kalo kita jarang menemukan sahabat di masa smp! Tapi bagi gua justru pada masa itu gua menemukan sahabat yg bener bener sahabat,dan sampai sekarang gua udh menginjak masa smk sahabat sahabat gua itu masih selalu ada buat gua dan kita masih terus berkomunikasi.
Mungkin emang gak sama semuanya gua masih terus berkomunikasi,karna ada seorang sahabat yg gua udh jarang bahkan gak pernah lg berkomunikasi sama dia.Ya mungkin karna faktor sibuk dengan sekolah kita masing masing.Beruntungnya satu orang sahabat gua yg lain satu sekolah lg sama gua,jadi gua masih bisa setiap hari ketemu sama dia.
Dan yg gua anehin atau gak diduga duga, sahabat gua yg ini walaupun kita beda sekolah tapi sampe sekarang kita masih terus berkomunikasi.
Karna emang gua pikir-pikir Cuma dia yg paling menjaga supaya komunikasi kita ini jangan sampe putus.

Hmm... sebetulnya puisi atau karangan ini gua bikin waktu perpisahan kelas 9 kurang lebih 2 tahun yg lalu,dan awalnya gua tweet di twitter gua dan gua jadiin Favorit :)
Sahabat... kalo kalian ingat kejadian itu waktu kita ber3 lg on twitter,trus gua ungkapin perasaan yg lg gua alami waktu itu kita semua sedih karna bakal berpisah.Dan gua juga pernah bilang ke kalian waktu gua ngetweet kata-kata itu gua sambil nangis haha agak lebay ya tpi emang itu yg lagi gua rasain.

Gua gak bisa ngebayangin aja kalo kita ber4 akan berpisah ke sekolah baru kita masing-masing dan pasti kita juga bakal jarang berkomunikasi atau mungkin kita satu sama lain bakal saling melupakan.

Eiittt... Tapi gua bersyukur karna kekhawatiran kita semua itu gak semuanya terjadi,kita masih berkomunikasi dan bertemu,Kalian itu emang betul-betul sahabat yg sebenarnya...
Gua berterima kasih sama tuhan karna gua udh dipertemukan sama kalian semua ^^

Dan ini tweet tweet gua yg gua jadiin puisi...
Gua hanya ingin kalian inget sama kejadian itu,
Dan gua beri Judul 


                                      “3 Tahun yg mengesankan” 
 



Gak terasa sudah 3 tahun aku mencari ilmu di sekolah itu,berarti itu saatnya juga aku akan berpisah sama teman teman dan sahabat ku yg selama ini membuat hari-hari ku di sekolah menjadi indah,

Dimana kita belajar,bermain,dan bercanda bersama.Semua itu akan menjadi kenangan terindah yg gak akan pernah aku lupain.

Suka duka tangis dan canda sudah terlewati selama 3 tahun itu.

Ingin rasa nya menambah waktu yg sangat singkat itu,aku ingin lebih lama bersama sahabat dan temana teman ku.yang sebentar lg mungkin kita semua gak akan ketemu lagi.

Karena kita semua akan mendapat sekolah baru,dan teman teman baru di SMA

Semoga aja walau pun kita udah gak 1 sekolah lagi,tapi kita masih bisa sering ketemu untuk mengenang saat saat kita bersama di smp.

Semua kenangan yg terjadi selama 3 tahun itu akan aku simpan di memori otak ku sebagai kenangan yg terindah.

Di sekolah itu,aku menemukan sahabat sahabat yg amat aku sayangi,mereka selalu ada disaat aku susah atau senang,

Mereka yg slalu menghiburku disaat aku sedih,Ikut tertawa disaat aku senang.mereka yg mengajarkan ku arti sebuah kebersamaan.

 Sejenak aku bakal lupa sama masalah masalah ku saat aku bersama mereka,Entah apa yg akan terjadi jika aku berpisah sama mereka.

Gak akan ada lagi yg menghibur ku disaat aku sedih,berbagi keceriaan bersama mereka.

Sungguh 3 tahun yg amat singkat tapi sangat amat berkesan…
Apa mungkin 3 tahun berikut nya aku akan mendapatkan semua ini lagi,Apa mungkin 3 tahun berikut nya akan lebih indah dari 3 tahun yg ini…???






Buat sahabat-sahabat gua perlu kalian tahu kalo gua KANGEN BANGET!!!... sama kalian semua.Dan semoga kalian baca ini semua :’)

Senin, 22 September 2014

Karena Kamu...?



 Saat hati terketuk,dan mengijinkannya masuk. Tanpa kau sadari, kau telah menguncinya rapat-rapat .Tak akan membiarkan orang lain masuk dan menyingkirkannya, bahkan tak akan ada yang mampu membuatnya keluar dan berpindah ke hati lain.

Jangan pernah terkejut ketika kau merasakan rasa itu ada. kau yang membiarkan ia masuk. lalu kau juga yang menguncinya rapat-rapat.

Ketika kau menyadari bahwa rasa itu ada. Kau tak akan bisa menampiknya.

Hati ini bertambah yakin, seakan tak ada lagi yang bisa menghalangi rasa itu untuk terus merasuk jiwa. Ditambah lengkungan bulan sabit yang terus terlihat dari bibirnya. Bahwa ia sangat menyukainya, menyukai kehadiran rasa itu. tanpa ia sadari, ia belum begitu mengerti apa yang akan ia rasakan selanjutnya. Sedih. Kecewa. Ia buang jauh jauh dan melupakannya. Seakan dunia ini hanya miliknya, tak akan ada yang bisa menyakitinya. Juga hatinya.

 Aku bertanya pada bintang-bintang di gemerlap malam apakah ia dapat melihat perbedaan pada diriku. Aku juga bertanya pada rumput yang bergoyang tertiup angin-angin malam apakah aku berubah. Tapi jawaban mereka sama. Diam. Ada apa denganku?

Semakin kau berusaha menutupi segalanya seakan baik-baikk saja, semakin mudah pula mereka mengendus keberadaannya.

Semakin aku menepis keberadaanya, semakin aku yakin pula bahwa rasa itu benar-benar ada. Kini baru uaku menyadari bahwa akulah yang membiarkannya merasuk ke jiwa ini sesukanya tanpa aku mengerti apa maunya.

Andai saja hati ini tak pernah meminta,
Aku tak akan pernah ingin merasakan rasa itu.
Seakan membunuhku secara perlahan,
Melalui hal-hal yang tak pernah ku inginkan.

Cinta takkan bisa ku atur kepada siapa ia akan memihak, kepada siapa ia akan tunduk, bahkan kepada siapa ia akan menjauh. Aku tak pernah bisa menolak pesona mu. Terlalu indah untuk ditepis. Tapi entahlah, otakku tak bisa berfikir secara jernih. Ia selalu bertolak belakang dengan hatiku. Aku benci, aku benci dilema.

Hari demi hari kujalani, dengan -tanpa kusadari- sebuah pengharapan. Harapan yang selalu berputar dikepalaku, harapan akan bahagia bersamamu.


Rabu, 17 September 2014

Aku Ingin Menjadi yang Terbaik Untukmu, Bukan yang Tercantik Bagimu (Senyuman Pertama Bukan Pandangan Pertama)

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas






Neza berdiri tengah-tengah kerumunan orang. Semua orang tampak ribut. Terlihat di depan Neza berdiri seorang lelaki yang sudah tak asing lagi. Lelaki itu bernama Akbar. Dengan mata penuh makna Akbar memandang mata Neza. Neza pun tak kalah tajamnya menatap mata Akbar.
“Neza…” Akbar memanggil Neza. Semua orang pun terdiam, sejenak suasana tampak hening. Dari balik kerumunan orang terdengar musik klasik yang mengalun lembut. Suasana mendadak romantis.
Neza mendadak bingung apa yang sedang terjadi. Kenapa Akbar memanggil namanya. Dan sekarang Akbar mau memegang tangan Neza.
“Oh my God… dia mau ngapain??? Jangan-jangan mau nembak gue… duh, tuh tangannya nyentuh tangan gue…” neza berkata dalam hati. Keringat dingin pun keluar dari tubuh Neza.
Neza tampak seperti orang kebingungan. Melihat tingkah Akbar yang menurutnya aneh itu. Akbar pun menggenggam kedua tangan Neza . suasana pun semakin romantis.
“NEZAAAAA, woi bangun…!!!! Udah jam 6, kamu mau sekolah jam berapa? Jam segini belum bangun.” Omel Gina, kakak Neza dari balik pintu.
Neza gadis berkulit kuning langsat ini segera bangun karena mendengar suara kakaknya yang sangat nyaring itu.
“Iya kak,..” Neza yang terbangun menjawab sekenanya.
Neza membuka pintu kamarnya, “yah, kakak nih. Aku lagi mimpi indah-indahnya ma kak Akbar.” Celutuk Neza.
“Yeh, hari gini masih mimpi?? Buat jadi nyata donk, jangan cuma mimpi aje… bisa-bisa gila loh, kebanyakan mimpi sih.” Ucap kak gina.
“Biarin aja mimpi, yang penting senang.” gerutu Neza yang sedang berjalan ke arah kamar mandi.
Tetes demi tetes air yang keluar dari shower membasahi tubuh Neza. Setelah selesai mandi dan mengunakan seragam putih abunya. Neza menuju ruang makan yang disana telah adik kakak dan kedua orang tua Neza.
“Pagi semua…”sapa Neza.
“Eh, anak papah yang cantik ini udah siap.. yuk, ditunggu di mobil ya. Cepetan.” Ucap papah neza.
“Yah, papah Neza baru aja mau sarapan nih.” Neza berlaga manja.
“Makanya, siapa suruh bangun kesiangan… cepet akh, ditunggu dimobil, gak pake lama.” Pintah kak Gina.
“Huh,. Yayaya…” Neza jawab sekenanya.
“Kamu sih, bangun kesiangan. Tidur jam berapa emang semalem??” mamah Neza bertanya.
“Tidur jam berapa ya? Lupa mah gak liat jam sih…hehehe” Neza nyengir.
“Nih, bawa aja. Sarapannya dimobil aja biar gak kesiangan.” mamah Neza memberikan kotak makanan berisi roti pada Neza.
“Thanks ya mam..” Neza mencium tangan ibunya. Neza pun berangkat sekolah di antar oleh ayahnya.
Sesaimpainya disekolah, Neza melihat Akbar yang sedang berjalan di koridor sekolah. Akbar adalah kakak kelas Neza yang sangat dia kagumi. Akbar memiliki tinggi sekitar 165 cm, tidak jauh berbeda dengan Neza yang memiliki tinggi 163 cm. Mata Akbar yang indah berwarna coklat merupakan salah satu alasan Neza menyukainya. Selain itu, suara Akbar yang merdu adalah alasan lain Neza betah dekat-dekat dengannya. Saking terpesonanya oleh Akbar, Neza gak sadar kalo di depannya ada tiang tembok. Dan akhirnya Neza pun terjedot tiang tembok. Hampir semua anak-anak yang ada di TKP Neza terjedot menertawakan Neza. Muka Neza pun merah padam. Dia pun berlari ke arah kelasnya.
“Nez kenapa lu?” tanya Tari.
“Pala gue ka jedot tahu….”
“Wah, pala lo kejedot tahu? Empuk donk..hehe” canda Tari.
“Tahu, tahu… tembok dodol… kebayang kerasnya seperti apa?”
“Oh,.tembok.. Pantesan anak-anak di depan sono pada ketawa, pasti ngeliat lo kejedot ya? Hahaha” tari tertawa tanpa memperdulikan temannya yang sedang kesakitan itu.
“Yeh, lu malah ngetawain gue lagi. Uh, dasar… seneng ya lihat orang pagi-pagi dapet musibah?” neza rada kesel.
“Sorry buw,.. abisnya ngapain lagi pagi-pagi lo pake acara ngejedotin pala lo ke tembok? Gak da kerjaan yang lebih manusiawi lagi apa?”
“Yeh, lo gak tau sih… tadi gue ngelihat kak Akbar.”
“Trus napa gitu kalo ngeliat dia? Tiap hari juga kan sering ngeliat. ” ucap Tari.
“Yah, lo kagak tau ya? Gue kan suka ma kak Akbar. Duh, tau gak sih, tadi tu dia cool banget” Neza begitu antusias bercerita.
“Hah, sejak kapan lo suka ma kak Akbar? Lo kagak pernah ngomong sih… oh, jadi itu tuh yang ngebuat lo kejedot tembok pagi-pagi?... duileh,.. sampe segitunya” Tari dengan akspresinya yang kaget.
“Oh, gue belum crita ya ma lo? Hehe gue lupa. Tapi, sekarangkan gue udah cerita. Gak apa-apa deh gue kejedot tembok tiap pagi. Yang penting gue bisa ngeliat pangeran gue tiap hari.” Ucap Neza puitis.
“Yah, gini nih kalo orang abis ketemu pujaan hati. Serasa melayang di udara. Kalo jatuh baru nyaho tuh.. eh, tapi lo belum cerita gimana lo suka ma kak Akbar?” tanya Tari.
“Oke deh gue certain, tapi sekarang pelajaran siapa sih? Kok gurunya gak dateng-dateng?” Neza bingung.
“Jiaaa, lo ketinggalan info ya? Sekarang kan guru-guru lagi pada rapat getho…”
“Rapat?? Kok gak bilang dari tadi sih…”
“Napa geto?”
“Klo gak da gurunya mending kita ngobrolnya di kantin aja, gue laper nih… tadi sarapan dikit banget” ajak Neza.
“Oh ya udah, yuk ke kantin”
Saat menuju kantin Neza berpapasan dengan Akbar. Lalu Neza pun melemparkan senyum buat Akbar, tapi sayang Akbar berpaling dari Neza. Neza pun kecewa, sementara itu Tari hanya cengengesan.
Sampailah Neza dan Tari di kantin sekolah. Mereka memilih tempat yang strategis dan nyaman buat ngobrol. Mereka memilih tempat d bagian pojok yang rada sepi. Sebelum memulai obrolan yang tampaknya lumayan panjang mereka berdua pun memesan minuman dan makanan terlebih dahulu. Neza memesan semangkok baso dan segelas es jeruk, sedangkan Tari memesan semangkok mie ayam juga segelas es jeruk. Sambil menunggu pesana Tari memulai obrolan dengan percakapan.
“Nez, bukannya Kak Akbar punya adik yang seangkatan ma kita?” Tari memulai pertanyaan.
“Oh, ya.. dia punya adik namanya Halin, yang kelas X-5 itu loh…eh, tapi disini jangan panggil kak Akbar ya! Kita nyebutnya dia aja.. okey?!” kata Neza.
“Okey.. sip-sip..”Tari mengacungkan jempolnya. Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang.
“Neng,.. ni pesanannya ya.. selamat menikmati.” Kata mba susi pedagang di kantin sekolah.
“Makasih mba…” kompak Neza dan Tari.
“Nez, sejak kapan sih kamu suka ma si dia?” tari bertanya sembari mengaduk-aduk mie ayamnya.
“Hm,.. sejak kapan ya? Gini deh aku certain dari awal aja ya, biar nyambung..” kata Neza yang kemudian menyeruput es jeruknya.
Neza pun mulai bercerita tentang dirinya yang akhirnya jatuh hati pada Akbar. Neza memulai cerita saat setahun yang lalu waktu dia masih SMP kelas 3. Neza mengikuti sebuah bimbel untuk persiapan UN. Hari-hari yang dilaluinya di bimbel itu biasa-biasa aja.
Lalu suatu hari, saat Neza baru tiba di depan bimbel. Neza melihat seorang cowok yang sedang duduk di dekat pintu masuk ruangan kelas Neza. Cowok itu menggunakan seragam SMA, dari logo yang ada dibaju seragam itu Neza dapat mengetahui kalau cowok itu bersekolah di SMA Putih Abu. Dan cowok itu tak lain adalah Akbar. Tapi saat itu, Neza tak tau siapa nama cowok itu.
Saat melihat cowok itu yang pertama kali terbesit dipikirannya Neza yaitu cowok itu tampak seperti orang penyakitan karena melihat mukanya yang kelihatan lesuh juga cara duduknya yang menyandar pada tembok seperti orang yang baru keluar dari rumah sakit. Selain itu, tidak ada yang membuat Neza suka pada cowok itu karena cowok itu terkesan jutek dan Neza juga gak begitu suka dengan cowok yang jutek seperti itu.
Seperti halnya Neza, saat melihat Neza kesan pertama yang di dapat oleh Akbar yaitu bahwa Neza itu cewek yang jutek, maka dari itu Akbar pun memasang tampang yang jutek pula saat berpapasan di tempat bimbel. Yang kebetulan mereka mimbel di tempat yang sama.
Di tempat bimbel itu Neza sekelas dengan Halin yang ternyata adik dari Akbar. Neza baru tahu kalau cowok itu adalah kakaknya Halin saat waktu istirahat di bimbel teman-teman dikelas Neza pada ribut.
“Eh, coba deh lihat dikantin. Si Halin lagi pacaran tuh..” kata salah seorang anak.
“Ah, yang bener? Masa sih?” kata anak yang lainnya.
“Ye.. lihat aja ndiri..”kata anak yang pertama tadi.
Karena Neza penasaran, siapa pacarnya Halin akhirnya neza pun pura-pura melewati kantin. Dan ternyata cowok yang berada di samping Halin adalah Akbar. Dengan mesranya Halin menyandarkan kepalanya ke bahu Akbar, sedangkan Akbar sendiri juga menyandarkan kepalanya di kepala Halin. Ketika Neza kembali ke kelas salah seorang teman dekat Halin mengklarifikasi gossip yang baru saja beredar.
“Eh,. Itu bukan cowohnya Halin… tapi kakaknya…” kata April temen dekat Halin.
“Oh,… pantesan aja rada mirip” kata anak yang lain.
Sejak saat itu, yang Neza tahu cowok itu adalah kakaknya Halin. Sebelum tahu mereka berdua adalah kakak beradik, Neza memang senang dengan Halin karena Halin terkadang memiliki pemikiran yang sama dengan Neza. Itulah saat-saat pertama kali Neza bertemu dengan Akbar.
“Oh, trus sejak kapan donk kamu suka ma si dia?” Tari bingung bertanya.
“Nah, kalo sejak kapan aku suka ma dia kayaknya sih sejak MOS kemaren deh…” jawab Neza mengawali ceritanya kembali.
Neza mulai menceritakan awal kesukaannya terhadap Akbar. Dimulai dari sebulan yang lalu, saat Neza baru masuk SMA dan mengikuti MOS.
“Kepada seluruh peserta MOSB harap segera berkumpul di tengah lapangan upacara untuk persiapan upacara pembukaan MOSB!!!!” perintah yang terdengar dari pengeras suara.
Para peserta MOSB pun segera berkumpul di lapangan upacara. Neza termasuk diantaranya. Neza mengabil tempat berbaris paling depan dekat dengan Halin. Karena Neza belum kenal banyak teman di sekolah barunya itu. Hanya beberapa yang dia kenal diantaranya teman-temannya yang dulu pernah bimbel bareng.
“Pagi ade-ade….” Sapa salah seorang kakak panitia cewek dengan ramahnya.
“PAGI KAK..” balas para peserta MOSB serempak.
“Mana nih semangatnya?? Kurang kompak nih..” ucap kakak panitia MOSB lagi.
“Pagi ade-ade…” sapa kakak panitia kembali.
“PAGI KAK!!!!” kali ini peserta MOSB tak kalah kerasnya.
“Nah, gitu donk…. Sebelum dimulai upacaranya. Baris yang bener ya… bisa baris kan semuanya?” tanya kakak panitia.
“Bisa kak… “ jawab peserta MOSB.
Para peserta pun berbaris rapih. Lalu diadakan upacara gladi sebelum akhirnya upacara pun dilaksanakan dengan hikmat. Setelah setengah jam kemudian upacara selesai. Dan para kakak panitia MOSB pun mulai beraksi. Diawali dengan perkenalan seluruh panitia MOSB.
“Ade-ade… sebelum kita mulai acara MOSnya, terlebh dahulu kita kenalan dulu donk… kan ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, betul gak ade-ade..” kata kakak panitia yang tadi lagi.
“Iya kak,..” para peserta hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh panitia.
“Oh ya… sebelum memperkenalkan kakak panitia yang lain, kakak mau memperkealkan diri kakak sendiri dulu. Nama kakak lizara, tapi ade-ade bisa panggil kak liza. Disini kakak bertugas sebagai seksi lapangan. Selain itu, kakak juga ditemani oleh kak Akbar yang juga seksi lapangan. Oh ya,. Mana kak Akbarya nih… kak Akbar,.. keluar donk..” kak Liza memanggil kak Akbar yang berada di belakang kakak panitia.
“Halin, kak Akbar bukannya kakak kamu ya?” terdengar suara dari baris sebelah Neza.
“Kak Akbar kakaknya Halin??” Neza bertanya dalam hati.
“Ya, lihat aja deh…” kata Halin singkat.
“Nah, ini dia kak Akbar… sapa dulu kak..” kak Liza memberikan mike pada Akbar.
“Pagi ade-ade….” Akbar menyapa dengan senyumnya yang manis.
“Hah, jadi namanya Akbar??? Kakaknya Halin yang di tempat bimbel itu?? Duh senyumnya tadi manis banget, sumpah gue baru lihat tu orang senyum…” neza terpesona oleh senyum Akbar.
“Mana semangatnya nih… pagi ade-ade..” kali ini Akbar dengan senyumnya kembali menyapa para peserta MOSB.
“Duh, tuh kan dia senyum lagi. Duh kok manis banget ya” Neza mulai kesemsem oleh Akbar.
Akbar pun memperkenalkan kakak panitia yang lainnya. Tapi Neza gak begitu memperhatikan kakak panitia yang lain. Yang dia perhatikan hanyalah Akbar. Entah mengapa Neza jadi selalu ingin memandang wajah Akbar. Setiap kali ada Akbar di depannya pasti Neza tak henti-hentinya memandang.
Akbar yang merasa bahwa ada yang memperhatikannya segera mencari-cari siapa orang yang sedang mempehatikannya tersebut. Sampailah saat mata Neza menatap mata Akbar dan mata Akbar menatap mata Neza. Mereka pun saling berpapasan pandang. Neza yang melihat mata Akbar mengarah kepadanya jadi membuang muka karena kaget.
Mulailah dari situ Neza jadi suka memandang Akbar. Dan akhirnya Neza jatuh hati pada Akbar. Sementrara itu, Akbar yang tahu kalau Neza sering memperhatikannya ingin mencari tahu tentang Neza. Maka Akbar mengutus Halin adiknya untuk mengetahui tentang Neza.
“Halin, boleh minta tolong gak?” Akbar meminta bantuan Halin.
“Minta tolong apa gitu kak?” Halin penasaran.
“Gini loh,… beberapa hari in kan sedang MOS, kamu tau gak ada anak cewe yang gugusnya sebelahan ma kamu? Trus dia juga waktu itu sempat mimbel bareng kamu?”
“Owh,.. yang rambutnya panjang trus ikal itu ya?” Halin menebak.
“Hm,.. iya yang rambutnya panjang dan ikal.. tau kan?”
“Yaya, truz hidungnya mancung. Matanya rada kecil ya?” Halin menambahkan.
“Ya yang itu…” Akbar menunjuk-nunjuk.
“Trus minta bantuin apa donk?” kata Halin.
“Gini loh,.. kakak penasaran ma tu cewe. Abisnya ngeliatin kakak terus sih… siapa sih namanya Lin?” tanya Akbar.
“Ah kakak GR nih…. namanya? Hm,.. siapa ya, lupa lagi.” Halin meletakan jari telunjuknya di keningnya.
“Ya udahlah kalo gak tau namanya, eh tapi kan besok hari terakhir MOS tuh.. coba deh kamu deketin dia. Cari informasi tentang dia donk, dikit aja.” Kata Akbar.
“Oh iya ya, besok kan demo ekskul ya kak? Sip-sip. Urusan gini mah gampang.. eh, btw kok nanyain tu cewe mulu sih? Jangan-jangan naksir ya… ehem-ehem” Halin memancing Akbar.
“Dih, apaan sih?.. kagak kok, Cuma pengen aja nanya-nanya. Lagian anaknya gak cantik-cantik amat deh”
“Ah,.. masa sih gak cantik-cantik amat? Tapi kan lucu… heheh” Halin nyengir. Akbar pun mencubit pinggang Halin, mereka pun main cubit-cubitan.
Keesokan harinya, hari terakhir MOSB di tutup oleh tampilan demo dari seluruh ekskul yang ada. Saat ekskul dari pramuka dan pecinta alam mulai akan mendirikan tower, Halin yang melihat Neza langsung mendekatinya. Neza yang sedang berdiri di dekat tiang bendera tak sadar kalau dibelakangnya ada Halin yang sedang mengawasinya. Dan saat Neza berbalik, Neza gak nyangka sudah ada Halin dibelakangnya. Neza pun hanya melemparkan senyuman. Lalu bergeser pindah di bawah pohon yang rindang.
Namun, ketika Neza kembali menengok ke belakang, ternyata Halin mengikutinya dan kini mereka saling berhadapan. Entah mengapa Neza menjadi deg-degan melihat Halin yang ada di depannya.
“Hai…” sapa Halin dengan ramahnya.
“Eh, hai juga..” balas Neza dengan terbata-bata.
“Eh, perasaan pernah kenal deh… pernah ikutan bimbel ya?” tanya Halin berpura-pura gak kenal.
“Oh iya… pernah, kenapa gitu?” Neza rada bingung, tapi dia berusaha menentralkan suasana.
“Hm,.. nama kamu siapa?” tanya Halin.
“Neza,…” jawab Neza ramah.
“Oh, neza… kenal sama Halin gak” halin pura-pura memancing Neza.
“Halin?.. oh, ya kenal..” kebingungan. “ Kok Halin tanya Halin sih??” tanya Neza dalam hati.
“Hm,… kalo ketemu tolong salamin yaph..” ucap Halin..
“Iya iya..” Neza tersenyum.
“Ya makasih,.. duluan ya..” Halin pamitan.
“Ya…”
“Dih kok Halin aneh banget sih hari ini? ada-ada aja tu anak. Kayanya sih pengen ngajak kenalan kali, tapi kan waktu bimbel udah saling kenal. Tau ah, gelap” Neza berkata dalam hati.
Kemudian sampailah pada puncak penutupan acara MOS. Dimana para peserta MOS diwajibkan untuk memberikan surat kepada kakak panitia tervaforit. Lalu ucapan selamat dari kakak panitia MOS beserta guyuran air kembang yang harus diterima oleh setiap peserta MOS sebagai tanda bahwa mereka telah diterima di SMA tersebut.
“Ayo adik-adik… semua berbaris di lapangan dengan gugusnya masing-masing… dalam hitungan ke lima semuanya harus udah di lapangan ya….” Ucap kak Liza.
“Satu…dua…tiga…empat…lima…” ucap kak Akbar.
Semua peserta MOS pun berlarian karena gak mau terlambat sampai lapangan dan dihukum. Para peserta seperti kerbau yang ditusuk hidungnya. Menuruti semua perintah kakak panitia. Neza tampak sibuk dengan aksesoris yang menggantung dilehernya. Yang sangat meribetkan itu. Semua anak pun berbaris rapih dilapang.
“Duh, ribet banget sih…” gerutu Neza.
“Eh, kamu ngapain?!” suara dari belakang mengagetkan Neza, suara itu dari salah seorang kakak panitia cowok yang bernama Erwin.
“Gak ngapa-ngapain kak, ni Cuma ngebenerin kalung.” Neza menjawab dengan nada yang rendah.
“Emangnya kenapa dengan kalungnya?” Erwin mendekati Neza.
“Gak kenapa-napa kak, cuma gak nyaman aja tadi.” Neza menjawab dengan ekspresiya yang ciut.
“Oh, jadi maksudnya persyaratan MOS ini buat kamu gak nyaman?” Erwin bertanya dengan nada yang tinggi.
“Eh, bikan gitu kak” Neza jadi gugup, temen-temen sekelilingnya melihat Neza yang sedang di omeli oleh kak Erwin.
“Eh, ada apa nih?” Akbar datang bagai sang pahlawan dimata Neza.
“Nih loh Bar, nie anak bilang persyaratan MOS yang kita kasih gak nyaman buat dia” Erwin memojokkan Neza.
“Bukan gitu kak, maksud saya gak enaknya tuh waktu tadi saya lagi lari mau ke lapangan.” Neza membela diri.
“Ah, Cuma masalah itu doank. Udah deh balik lagi ke tempat masing-masing” Akbar menetralkan suasana.
“Lin, kakak kamu cool…” terdengar suara dari gugus Halin.
“Hah, cool? Coolkas kali..” Halin membalas.
“Wah, kak Akbar keren banget tadi… untung tadi ada kak Akbar yang ngebelain aku, duh senengnya… dia baik ma aku..” Neza ngomong sendiri dalam hati.
Kini saatnya para peserta MOS menyerahkan surat untuk kakak terfavorit. Dan setelah itu, mereka akan diberi guyuran air kembang.
“Okey ade-ade… untuk menutup acara MOS ini kita akhiri dengan silaturahmi.” Kata kak Liza pada paserta MOS.
“Nah, sekalian salaman, ntar suratnya langsung kasih aja ke kakak panitia favorit kamu..” kak Liza menambahkan.
“Sip-siplah… aku bakal kasih ke kak Akbar” neza berkata dalam hati.
Para peserta MOS pun mulai berjejer mengantri untuk bersalaman dan memberikan surat pada kakak yang terfavorit. Dimulai dari gugus 1, 2 dan seterusnya. Tibalah saat gugus Neza untuk bersalaman. Saatnya Neza akan memberikan surat itu kepada kak Akbar. Jantungnya makin berdegup kencang, pipi Neza pun menjadi memerah. Akhirnya Neza pun harus memberikan surat itu pada Akbar, karena kini Akbar telah ada di hadapannya. Neza mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Akbar. Ini kali pertama Neza menyentuh tangan Akbar. Akbar pun hanya tersenyum, tapi senyuman itu begitu membuat hati Neza malayang-layang di angkasa. Lalu Neza pun mengeluarkan surat yang akan diberikan pada Akbar.
“Kak ini suratnya, buat kakak” ucap Neza saat memberikan surat itu.
“Oh, thanks ya… “ ucap Akbar dengan senyumnya.
“Ya kak,..” neza berkata dengan senyumnya yang tak kalah manis juga.
Mungkin mulai sejak itu Neza mulai merasakan ada getar-getar dihatinya yang selalu membuatnya ingat pada Akbar. Dan sampai sekarang satu bulan setelah MOS berlalu pun Neza masih merasakan getar itu. Itulah awal cerita cinta Neza yang sampai akhirnya membawa Neza jadi suka pada Akbar.
“Nah, jadi gitu ceritanya Ri,..” kata Neza mengakhiri ceritanya.
“Oh,.. jadi bukan pandangan pertama ya?” tanya Tari.
“Bukan, tapi ini senyuman pertama, hehehe…” canda Neza.