Tampilkan postingan dengan label Cerpen Dan Cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Dan Cerbung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2014

Menyesal (Part-3)

Cerbung My Cuple Cie Cie



Maaf ya kalo typo bertebaran dimana mana :)

 Follow ya Twitter gue hehe https://twitter.com/ekanuroktavian4


Happy Reading...

|
|
|
|

 BINTANG P.O.V

 Malem ini gue gak bisa tidur. Gue masih mikirin kejadian tadi sama alex. Ya Tuhaaaan apa yang gue lakuin sih sampe bisa-bisanya bibir alex menyentuh pipi gue??!! >,< marceelll maafin aku karena udah ngekhianatin cinta kita. aku gak tau apa jadinya kalo kamu sampe tau tentang hubungan aku sama alex -___-
Alex.
Baru kali ini gue ngerasain yang namanya ‘perlakuan’ cinta yang gak gue dapet dari marcel. Bukan soal ‘kiss’ itu ,tapi selain alex tampan dan gentle, dia membuat hari-hari gue gak datar lagi ,lebih berwarna dan menyenangkan. alex juga orangnya rame, seru, nyambung, dan gak kaku. Sedangkan marcel...
Marcel.
Kita udah lama ngejalin hubungan, tapi gue rasa marcel kurang peka dan terkesan kaku. Kita jarang banget ngobrol seru. Tapi kepolosannya dan sikapnya yang dewasa membuat gue nyaman deket dia. marcel terlalu baik buat gue, he’s got someone better than me lah. marcel lebih cocok jadi kakak gue ketimbang pacar gue, karena marcel itu orangnya baik. Dia perhatian banget sih sama gue.
Tapi gimanaaaa? Sekarang semuanya udah terlanjur!! T-T
Drrrt...t drrrt...
Eh, apanih? Ada telpon?

Alexx calling...

Duh..angkat jangan yah? >,< tapi kalo gak diangkat ntar disangka ngehindar lagi. Ya Tuhaaaan..tarik nafas dulu deh..Hhhh

Halo~”
“bintang?”
“hmm?”
“bintang, are you okey? Udahlah bintang, gak usah cengeng!”
Lah? Ko dia tau kalo gue abis nangis?, “Apaan sih ?!siapa juga yang cengeng :o”
“Itu nangis!”
“sok tau! Tau darimana?” pengen tau juga sih dia tau darimana, kok udah kayak paranormal aja ni anak [?]
“nafas lo.”
“Nafas gue? Kenapa?”
“ketauan lah kalo lagi nangis! bintang, lo masih marah soal yang tadi?”
“Ngh...” gue harus jawab apa??!, “gak tau..”
“gak tau? Kok gitu? bin, gue minta maaf :(”
“gue bingung,lex kenapa gue kayak gini? Gue udah ngecewain marcel,lexx~ :’(” Oh God, gue mulai sesenggukan sekarang.
“Pst cup cup..iya iya gue tau, ini bukan sepenuhnya salah lo kok, salah gue udah cinta sama pacar temen gue sendiri. Sori yaa!”
“Cinta gak pernah salah, lex. Keadaan aja yang gak tepat, sekarang gue harus apaa~?”
“Udaah, take it easy, bin! Gue bakal tanggung jawab dan bilang ke marcel.”
“WHUAT o.O ?Lo mau bilang apa? NO!!”
“Ya tentang hubungan kita lah! Dia harus tau,bin! Sebelum terlambat, lo mau marcel tau belakangan tapi bukan dari mulut kita sendiri? Itu justru yang bakal bikin dia tambah sakit hati, binnn!”
“Iyasih~ ta—tapi..---”
“Oh atau lu tetep mau mempertahankan hubungan lo sama marcel tapi lo menyiksa batin lo sendiri karena lu gak tulus cinta sama dia, di sisi lain lo juga udah bikin marcel tertipu bin ! apa lu gak kasian??”
“CUKUP! Iyaaa iya gue tau, terserah lo deh..huhuhu”
“Ayolah bin jangan terpaksa gitu, serahin semuanya sama gue, everything’s gonna be alrite, oke? Trust me!”
“I’m with you ~_~”
“Okay, dont worry, bin..gnite! nice sleep :)”
Thanks, nice dream :’)“
* * *


Bila cinta tak lagi untukku ,bila hati tak lagi padaku
Mengapa harus dia yang merebut dirimu??



MARCEL P.O.V

Siang ini pulang sekolah marcel langsung pergi ke sekolahnya bintang buat jemput dia dan anterin pulang.Tapi baru sampe depan gerbang sekolah, marcel memberhentikan motornya, karena dia baru aja ngeliat motor cagiva lewat yang kayaknya membawa bintang bersama seorang cowo di depannya.
‘Itu bintang bukan yah?’ gumamnya sambil terus melihat ke arah cagiva yang menjauh, ‘Tapi itu kan kayak motornya Alex?! Akh..begitu banyak yang punya cagiva di kota ini sih~ belum tentu itu alex..’
“Eh sori, lo tau bintang gak?”tanya marcel pada cowo yang kebetulan lewat didepannya, dengan papan nama didekat kantungnya bertuliskan : Deva Ekada Saputra. Cowo itu Cuma mengangguk dan menatap marcel dengan tatapan ini-pasti-marcel-pacarnya-Ka bintang-.
“Lo liat gak dia kemana?”tanya marcel lagi. Cowo itu tetep gak jawab, dia Cuma menggeleng, “Atau..bintang udah pulang, yah??” tanya marcel masih belum puas dengan jawaban cowo itu. Cowo itu tak langsung menjawab, ia memutar bola matanya terlihat mengingat-ingat, kemudian mengangguk cepat, seperti menyadari sesuatu,“Sendirian ?”tanya marcel lagi. Kali ini cowo bernama Deva itu hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau. Alvinmarcel sempat bergumam dalam hatinya, ‘bisu kali ya ni anak?!’ sambil garuk-garuk kepalanya yang sama sekali ga gatel. “Oyea~ yaya deh iya oke,”kata marcel gak jelas, “Yaudah deh thanks yah! Bye~” kata marcel sambil memutar motornya untuk pulang, cowo ‘aneh’ itu Cuma mengangkat jempolnya tanda ‘sip’ sambil tersenyum lebar.

Sampai di rumah, marcel langsung telpon bintang buat mastiin kalo dia udah pulang atau belum. Nada tunggu pun terdengar.

@kediaman bintang.
Ternyata bintang lagi ngobrol sama alex di beranda rumahnya. Waktu ada panggilan masuk dari ‘My marcel’ ,obrolan mereka terhenti. bintang langsung ambil HPnya dan liat siapa yang menelepon. Mukanya langsung berubah bingung.
“Duhh..”gumamnya pelan.
“Siapa, binn?”tanya alex.
“marcel~”jawab bintang sambil menatap alex dengan tatapan duh–gimana-nih-?
“Gak papa, angkat aja!”
Akhirnya dengan ragu bintang menekan tombol ‘jawab’ , “Ha-halo~”
“Halo, bintang?”
“Iya?”
“Kamu dimana? Udah pulang?”
“Iya cel, aku udah pulang kok, sekarang lagi di rumah.”
“Oh syukur deh. Tadi aku mau anterin kamu pulang, pas nyampe sekolah kamu aku kayak liat kamu gitu di motor. Tapi yaudahlah mungkin orang lain yang mirip kamu.”
‘mampus.’ batin bintang langsung melotot kaget waktu denger kata-kata marcel barusan. alex yang tampak menangkap ekspresi Bintang, terlihat bertanya-tanya dan berkata, “kenapa?” pelan.
“Oh~i..iya kali,Cel! Salah liat mungkin.” Sahut Bintang gugup.
“Hmm..kamu lagi apa sekarang?” pertanyaan menjebak dari Marcell. Bintang harus jawab apa?!
“Egh..aku..lagi ngobrol aja sama temen. Lagi ada tamu soalnya (>,<) .”
“Oya? Wah seru dong ya ngobrolnya. Mana dia? Coba kasih telponnya ke tamu kamu dong, aku mau ngobrol bentar.”
DEG !
Jantung Bintang berdetak gak karuan waktu marcell bilang gitu, matanya semakin membesar kayak gini nih à (O.O) gitu.
“Hah? Eh..ngg..ngobrol, Cell?”tanya Bintang sambil memandang Alex cemas. Alex mengisyaratkan tanya ‘kenapa’ dengan kepalanya.
“Iya,”
“T-tunggu bentar~”lalu bintang menjauhkan HPnya dari mulutnya dan berkata pelan sehingga terdengar seperti berbisik, “Marcell mau ngomong sama lo >,<”
“Oh..yaudah gak papa. Sini!” kata Alex santai. Bintang menyerahkan HPnya ragu-ragu.
“Halo?” sapa Alex begitu HP udah ada ditangannya.
“Oh. Jadi ini tamu yang dimaksud bintang selama ini? Hah? Bagus~ ckck” sahut marcell yang langsung menyadari suara orang yang menyapanya.
“Maksud lo apa sih, Cell?” tanya Alex berusaha tenang.
“Gak usah ngelak deh, Lex! Ini lo kan, Alex?! Jadi bener yah cagiva yang gue liat dikendarain sama seorang cowo bersama cewe yang gue duga adalah bintang dibelakangnya itu adalah lo!”
“Iya. Gue gak ngelak kok. Lo bener.”
“Hhh..sejak kapan?”
“Apa?”
“SEJAK KAPAN LO ANTER
BINTANG PULANG TANPA BILANG-BILANG GUE??!!”
Alex agak menjauhkan HP dari telinganya begitu Marcell membentak, “LO GAK USAH NYOLOT DONG! Santai aja kenapa?! Gue bisa jelasin semuanya asal lu mau dengerin gue!!”
“Pantesan yah, selama ini gue ngerasa ada yang berubah sama sikapnya
bintang semenjak gue kenalin dia ke lo.”
“Lo harus dengerin dulu---”
“Gak perlu, gue udah illfeel.”

Tuuuuttt tuuuuut

“Lho,
Cell?? Halo?!! MARCHELL?!!”

Telepon terputus.
“Gimana,
lex?” tanya bintang cemas.
Alex Cuma bisa menghela nafas panjang.


----------------------------------------------------------------

Dalam gerimis menghujam, seorang cowo berpayung merah yang bermata
sipit ,berkulit putih dan berseragam putih abu-abu itu melewati sebuah lapangan basket dan berdiri memandangnya dari kejauhan, yang dia yakin seseorang yang sedang men-dribble bola oranye di tengah lapangan sana tidak akan menyadarinya.
Tak lama ada cowo lain yang menghampiri cowo yang sedang bermain basket sendirian itu. Kemudian saat bola di lambungkan cowo bermata sipit menuju ring basket, ia berhasil memasukkannya, lalu cowo yang menghampirinya tadi mengambil bola itu, mengempitnya sambil bertepuk tangan.
“Not Bad. Bravo!” serunya.
“Mau lo apa?”tanya cowo berjaket abu-abu itu. Mereka saling berhadapan.
“Gak ada apa-apa. Gue Cuma muji lo. Permainan lo semakin oke, tapi Cuma dalam basket. Gue gak yakin lu bisa bagus dalam ‘pemainan cinta’ lo sendiri.”
“Heh, Maksud lu apa??!!”sentak cowo chinesse itu.
“Sori, Bro. Gue bisa maen basket lebih bagus dari lo, tapi gue bakal ngalah atau lakuin apapun saat pertandingan nanti biar lu menang asal gue bisa sama
bintang.”
“APA??! Dengan kata lain lu mau bilang kalo gue loser yang gak lebih jago basket daripada lo?! Jangan sombong deh lo! One on one lu sama gue, gue ladenin! Biar gue buktiin kalo gue bisa menang tanpa harus dikasihani sama lu!”
“Okeh. Siapa takut?! One on one dan kalo gue menang lo harus ikhlasin
bintang buat gue. Deal?!”tantang cowo itu sambil memutar basket di atas jarinya.
Cowo sipit ini mendengus sambil memakai capuchon jaketnya, “DEAL!”
Tak lama setelah melihat kejadian itu, cowo berpayung merah itu kemudian pergi lagi melanjutkan perjalanannya.

                                                 +++++++++++

Keesokan harinya, masih di bulan Desember yang sendu karena pengaruh cuaca yang dingin dan

 langit yang terus saja menurunkan titik-titik airnya secara perlahan, membuat bintang semakin bimbang, sedih, dilema dan tak tahu harus bagaimana. Saat ini ia sedang terduduk di pinggir jendela kelas yang sengaja ia buka untuk menikmati aroma gerimis di luar. Tangannya menopang dagu, matanya menerawang ke atas langit.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya pelan. Praktis, agak membuat dia terlonjak lalu menoleh dan melihat siapa pelakunya.
“Eh, Deva? Aku kira siapa ” kata
bintang begitu menyadari siapa yang datang, sambil memberikan seulas senyuman.
Deva Cuma membalasnya dengan senyuman.
“Duduk sini, Dev.” suruh
bintang, menunjuk ke kursi sebelah dia duduk. Deva menurut dan langsung duduk di sampingnya.
“Belum pulang, Dev?”tanya
bintang. Deva hanya mengangguk. “Iya nih..ujannya gak mau berenti-berenti sih. Padahal udah jam pulang sekolah -_-* ”kata bintang lagi. Lalu menghela nafas panjang. “Hhh...nungguin marcell jemput aku juga gak mungkin :’( lagipula dia kan di motor hffft..”lanjutnya, menyesal.
“Bukan karena hal lain?”
Bintang agak tersentak begitu denger suara ini. Dia yang tadinya menatap keluar langsung menengok ke arah Deva.
Sepertinya Deva langsung mengerti maksud ekspresi
bintang, “Ka marcell ga bisa jemput Ka Bintang itu bukan karena ujan atau naek motor, kan?”
“Mak—maksud kamu apa, Deva?” tanya
Bintang heran.
“Ka
Bintang, Deva liat Ka marcell lagi maen basket sama cowo, one on one di lapangan. Mereka ujan-ujanan sampe basah kuyup.”
“Hah?? Kapan kamu liatnya, Dev?”
“Deva tau, Ka. Deva sebenernya tadi udah pulang, jarak rumah sama sekolah kan gak jauh, karena liat Ka
marcell ujan-ujanan maen basket berdua, Deva langsung balik lagi kesini buat ngasih tau Ka bintang. Ternyata bener kan Ka bintang masih ada.”
“Ya ampun!!” seru
bintang sambil bangkit dari kursinya, “Pasti sama Alex deh! Gue harus gimanaaa??”
“Ini, Ka
Bintang!”kata Deva sambil menyerahkan sebuah payung lipat berwarna merah ditangannya, Bintang menoleh.
“Ka
Bintang, Kakak harus ikhlas yah, apapun yang terjadi jangan disesali karena itu buah dari apa yang telah Ka bintang perbuat. Setiap masalah pasti ada hikmahnya, Ka bintang harus terima, semua yang diterima Ka bintang adalah yang terbaik dari yang Mahakuasa  percayalah~” Bintang tersenyum manis, matanya berkaca-kaca, lalu agak membungkukan badannya untuk mengambil payung ditangan Deva, “Makasih banyak, Deva sayang :’) aku gak tau lagi harus gimana. Aku galau banget >,<” ucapnya dengan suara yang bergetar.
“Everythings gonna be alrite. Trust me” kata Deva lagi tersenyum, sambil mengedipkan sebelah matanya.
Bintang langsung memeluk erat adik kelas kesayangannya itu, kemudian ia pegi keluar kelas meninggalkan Deva.
Deva adalah adik kelas
bintang yang paling dekat karena ada kejadian yang bikin mereka akrab. Waktu itu bintang pernah ditolong oleh Deva pada suatu kecelakaan. Kalo saja Deva gak memanggilnya, “HEI KAKAK!” mungkin bintang yang saat itu hendak menyebrang akan tertabrak mobil tronton yang melaju cepat ke arahnya, namun tak disadari bintang. Tapi Deva datang di saat yang tepat.
Deva adalah seorang anak indigo yang punya kelebihan diluar batas seorang anak biasa, bahkan bisa melebihi kemampuan orang dewasa. Anaknya pendiam dan tak banyak omong. Sekalinya berbicara, kata-katanya selalu bijak dan sangat membantu orang lain. Ia juga pintar dalam berbagai bidang pelajaran. Namun dia tidak sombong dan tetap rendah hati. Apalagi sebenarnya Deva terlahir dari keluarga yang begitu sederhana, sehingga ia bisa bersekolah di sekolah --yang juga tempat
bintang sekolah ini— hanya karena mendapat beasiswa, karena sekolahnya yang sekarang adalah salahsatu sekolah terpandang sekabupaten. #Intermezzo~

@lapangan basket umum [?]

Jumlah angka bola yang masuk antara
Marcell vs Alex - 30:29
Mereka telah bermain selama lebih dari sejam!!
Marcell terlihat tak mau kalah, ia terus saja men-dribble bola, sementara Alex berusaha menghalanginya.
“ENOUGH,
cell! Gue tau lu udah lemah...”seru Alex sambil terus menghadang Marcell.
“Siapa bilang? Gue gak seperti yang lu pikir.”
“Kalo semua ini tentang
bintang, plis maafin gue,Cell! Jangan nyiksa diri lu sendiri, bintang gak bisa dipaksa,cell!”
“ARGH !”
Marcell men-shoot bola ke atas ring tapi Alex melakukan rebound sehingga bola tak jadi masuk. Bola kembali ke tangan Marcell, dan ia langsung men-dribble nya kembali, “Nyadar dong lu tuh temen makan temen tau gak?! Temen macem apaan lu?!”
“Lo harus ikhlas,
Cell! Kenyataan kadang memang sangat menyakitkan, tapi inilah hidup!” suara Alex terdengar lantang, namun beradu padu dengan suara hujan yang semakin deras, “Lo harus ngerti,Cell gue dan Bintang saling cinta!!”
“BULL!!!”
TANG
Suara papan ring terdengar keras begitu
marcell tidak tepat memasukkan bola basketnya.
MARCCCEELL~!!!”Tiba-tiba terdengar suara Bintang dari sudut lapangan, otomatis membuat Marcell dan Alex menoleh seraya. Detik berikutnya, tak memikirkan betapa derasnya hujan yang turun, Bintang langsung melempar payung merah yang dipakainya lalu berlari cepat menuju marcell ditengah lapangan dan langsung memeluknya erat, erat sekali seakan mereka tidak akan bertemu kembali.
“Jangan,
cell jangan, Pliis~ :’’( udah maennya! Dari kemaren kamu latian terus-terusan apa gak cape? Sekarang kamu malah ujan-ujanan kayak gini hikshiks T-T” Kata bintang sesenggukan.
marcell hanya terpaku. Ia tak membalas pelukan hangat bintang. Matanya manatap lurus ke bawah. Air hujan terus mengguyur dirinya, mengaliri tiap sudut tubuhnya. Kemudian ia menghela nafas sebentar, sambil melepas pelukan Bintang perlahan, “Kamu boleh pergi, Binn~” ucapnya tenang.
Bintang terlihat syok. Raut mukanya terlihat semakin kecewa dan bulir-bulir air matanya yang belomba dengan tetesan air hujan diatas pipinya menjadi nampak samar, “Maksud kamu apa, cell?”tanyanya dengan suara yang bergetar.
“Aku jadiin kamu sebagai pacar aku dengan cara baik-baik dan aku perlakukan juga kamu dengan baik-baik. Maka akan aku putuskan kamu dengan cara yang baik-baik juga. Aku paling gak bisa liat seorang wanita menangis, apalagi dia adalah orang yang aku sayang. Aku gak pernah ada niat buat bikin kamu jenuh, bahkan sampe kamu terpaksa ngejalanin hubungan ini. Aku gak pernah,
binn.” Jelas Marcell, membuat Bintang semakin sesenggukan. Bahkan tanpa Bintang dan Alex sadari, sebenarnya air mata yang bergumul di pelupuk mata Marcell telah menetes ke pipinya perlahan, namun tertutupi oleh air hujan.
Marcelll huhuhu~ T-T Maafin aku,Cell!!! >.< maafin aku..”
“Hidup adalah pilihan,
Binn. Dan kamu berhak nentuin pilihan kamu. Makasih banyak buat cinta yang luar biasa buat aku selama ini, buat hari-hari dan moment indah bersamamu yang gak akan pernah aku lupain.” kata marcell, memberikan senyumnya yang paling indah yang belum pernah bintang liat sebelumnya, “Dan lo, lex..jaga Bintang buat gue!”pandangan Marcell tertuju ke Alex, “Gue masih sayang sama dia, tapi karena itulah gue harus membiarkan dia bahagia dengan pilihannya. Gue ngalah bukan berarti kalah. Inget, masih ada pertandingan basket tingkat kabupaten. Kita harus sportif. Lo boleh menangin bintang dari gue, tapi gue bakal buktiin kalo gue bakalan menang di pertandingan nanti!”
Alex tersenyum penuh arti, “Pasti! Gue pegang omongan lo, gue tunggu!”
Lalu
Marcell pun berbalik badan kemudian melangkahkan kakinya menjauh pergi dari Alex dan Bintang.
Marceelll.... hiks” bintang menangis tersedu-sedu, berusaha mengejar marcell tapi alex mencegahnya, lalu mendekapnya erat, membiarkan bintang menangis di pelukkannya.

Bila aku tak baik untukmu
Dan bila dia bahagia dirimu
Aku kan pergi meski hati tak akan rela


Hujan sore itu menambah kegalauan yang dirasakan pria berwajah oriental itu, kakinya melangkah gontai meninggalkan gadis yang selama ini dicintainya setulus hati. Sementara seorang gadis masih terus memanggil namanya dibelakang, tapi ia tak peduli.
Kini sudah tak ada gunanya lagi menyesali takdir. Semuanya sudah terlanjur terjadi.
Marcell tidak bisa kembali ke masa lalu untuk tidak mengenalkan Bintang pada Alex. Meskipun ia memohon, meminta, meratap, itu tidak akan merubah keadaan. Ia hanya bisa pergi. Ke tempat jauh yang akan membawanya menuju tempat indah lainnya dimana “CINTA” adalah sebuah “KETULUSAN”, bukan sebuah “KETERPAKSAAN.”
Inilah akhir cerita cinta
Marcell dengan Bintang. Sebuah keputusan yang berawal dari sebuah kata~ : “menyesal.”


Terkadang ku menyesal mengapa ku kenalkan dia,
Padamu...

                                                                             ===END===



Akhirnya selesai juga... Makasih ya yg udah setia nunggu cerita ini dan sorry kalo terlalu ngaret :)

Gua rada agak males sebenernya ngelanjutin cerita yg Gaje ini,tapi dengan sekuat tenaga gua akhirnya terciptalah cerita ini :v



Rabu, 09 Juli 2014

MENYESAL (part-2)


Cerbung My Couple cie Cie Alex Bintang






 Hai... Sorry ya ngaret :) Kali ini aku langsung posting sama part 3 nya langsung biar kalian gak nunggu2 lagi ^^
Yang belom baca part 1 nya klik link ini aja http://ekanuroktaviani29.blogspot.com/2014/06/menyesal-part-1.html
                                                                        +++++++
 
Besoknya pulang sekolah (dipercepat yaa)...
 
13.20
From : Alex
Udh plg ,Bin ? sndiri kan? Gw anterin lg yah!


Itu sms alex yang baru aja dibaca bintang dan langsung ia balas :
13.21
To : Alex
Iya gue tunggu


Saat itu juga Bintang langsung berjalan keluar sekolah dan nunggu Alex di depan gerbang. Beberapa menit kemudian, sebuah motor ninja merah yang Bintang yakin adalah milik Marcell, berhenti tepat di depannya. Si pemilik motor itu lalu membuka helm yang menutupi wajahnya, ‘Marcell??’ bener dugaan Bintang.
“Hai, Bintang!” sapa marcell, tersenyum.
“hai cell!”balas bintang, membalas senyum marcell.
“Kok diem? Ayo naik! Mau langsung pulang, kan?!”kata marcell sambil memberi isyarat dengan kepalanya untuk segera naik.
“Oh i-iya..”kata bintang kikuk, lalu naik di jok penumpang dibelakang marcell.

Di perjalanan, Bintang langsung sms Alexx.

13.30
To : Alex
Lex, lu ga usah anter gw, udh ada marcell.
Thx b4

“cell, ko kamu bisa anter aku pulang? Katanya kamu mau latian basket~”tanya bintang kemudian.
“Iya, binn. Pelatihnya ga bisa dateng, jadi aku bisa ijin buat pergi deh. Yaudah aku langsung ke sekolah kamu buat anterin pulang.”
“Oh..gitu yah..”

Sampe di rumah bintang...
“Thanks ya, cell” ucap bintang begitu turun dari motor.
“Iya, aku pergi dulu ya,binn!”kata marcell sambil men-star motornya bersiap pergi.
“Lho, mau pergi lagi? Ga istirahat dulu disini?”
“Engga lah, binn. Aku kan mau latihan.”
“Katanya pelatihnya gak ada?”
“iya sih , tapi bukan berarti latihannya libur kan..pertandingannya udah deket,bin. Kita gak boleh maen-maen. Jadi kita harus tetep latihan walopun tanpa pelatih.”
“oh gitu..ckck kamu bilang kemaren kecapean, sekarang kamu malah nyempetin buat nganter aku pulang padahal kamu masih harus latian, aku jadi gak enak,cell sama kamu. :(”
“:) Gak papa, sayang! Anything for you, ok?! Bye !”
“bye, cell! hati-hati ya!” kata bintang sambil melambaikan tangannya.

Malemnya bintang dapet sms lagi dari Alex. Isinya ->

19.00
From : Alex
Bin,I feel boring now. Need refreshing -__-*
Wanna go out?


19.02
To : Alex
Duh, besok masi skolah, gw ada tugas! Lg ngerjain dlu yah


19.03
From : Alex
Besok deh! gmna?


19.05
To : Alex
Hmm..liat ntar deh kalo marcell ga anter pulang.


19.06
From : Alex
Ok, ill pick u up plg skolah ya!


19.07
To : Alex
Oke


* * *

Keesokkannya pulang sekolah... (sekolahnya ga pernah belajar nih hehe)


“Ayo, Binn!” seru Alexx saat baru nyampe didepan sekolah bintang dengan cagiva merahnya.
bintang langsung naik dibelakangnya, “mau kemana sih emangnya?”
“nonton yuk!”
“ada film apa?”
“gak tau, makanya kita liat aja dulu.”

@Bioskop
“Akh apaan nih film hari ini gak ada yang seru! Masa horror indonesia semua xp” kata alex saat liat jadwal film yang tayang hari ini.
“Iyalah, lex..lagian hari ini bukan weekend -,-“ ucap bintang sambil liat-liat juga, “Eh, lex kita nonton ini aja yuks!” tunjuk bintang kesebuah papan penayangan film.
alex langsung liat film yang dimaksud bintang, “Iddih..kayak anak kecil aja nonton begituan~”komentar alex waktu baca judul filmnya adalah : SNOWWHITE .
“enggak kok :o! Itu bukan film anak kecil, lagi! Itu film princess!” protes bintang sambil manyun.
“Apa bedanya? Anak kecil kan suka princess, lagian itu kan film lama! Lo kayak belum pernah nonton aja si.”
“Tapi ini snowwhite versi terbaru yang udah dirombak ceritanya, yang mainnya juga manusia beneran bukan kartun! Lagian mau nonton film apa lagi coba? Gak ada pilihan, kan?!”
“hmm..”
“Ayolaaah..”bujuk bintang.
“Iya deh..dengan sangat terpaksa..”kata alex akhirnya.

Selesai nonton, @starbucks...

“yampuun kereen! So sweet banget sih *_*” komentar bintang setelah keluar dari bioskop tempat dia nonton.
“Ah..biasa aja ;p” sahut alex sambil memain-mainkan sendok digelas mochachino nya.
“Hmm..mirror mirror on the wall, siapa wanita tercaaantik didunia ini?!haha” kata bintang, meniru adegan di film tadi.
“dihh..ngapain sih lu ngikut-ngikutin adegan yang di film tadi? Lagian gue bisa kok jawab pertanyaan lo itu..”
“haha apa??”tanya bintang.
“Kamu~”jawab alex, sambil manatap kedua mata bintang. Sontak, bintang jadi agak gugup tapi ia langsung menguasai diri dan malah tertawa.
“ahahahaha gombal~ :D” katanya, sambil memalingkan wajahnya.
“bintang, gue serius!”seru alex sambil memegang tangan bintang, tapi bintang langsung menepisnya.
“apaan deh lo,lex! Gak lucu tau haha”
“ya gak lucu karena gue emang serius! Lu emang cantik sih..”
“ahaha udah ah , thanks lah kalo gitu, lu juga...cakep ko :)”
“hehe gak salah kok, binn!”
“yee malah narsis :p”
“bodo :p. Oya bin, lu gimana sama marcell?”
“gimana apanya? Gak gimana-gimana”
“yaa..hubungan lo bae-bae aja kan?”
“oiyadong! Tapi..ya itu—“
“itu kenapa?”
“Well, harus gue akuin lama-lama pacaran sama marcell bikin gue jenuh juga, terlalu flat gue rasa sih -_- marcell tuh terlalu serius sih orangnya, dia baik..baiik banget malah! Perhatian lah orangnya..Cuma justru itu yang entah kenapa malah bikin gue jenuh.”
“tapi lu tetep bertahan yah?”
“gak ada alesan buat gue mengakhiri hubungan gue sama dia, lex. Atas dasar apa?”
“Kenapa gak coba ngomong aja, binn?”
“Ngomong gimana sih? Dia bikin kesalahan aja engga, selama ini kita gak pernah ada masalah lex! dengan alesan apa, coba?!”
alex kemudian mendekatkan diri ke bintang, lalu berkata lirih, “dengan alasan...---gue~” lalu mereka saling mendekat, semakin mendekat, hingga wajah mereka tak berjarak lagi. Aroma khas alex tercium lagi begitu jelas oleh bintang, dan ia merasakan kehangatan yang selama ini belum pernah ia dapatkan dari marcell.
3 detik.
Moment manis itu hanya berlangsung 3 detik. Tak lebih. Karena bintang langsung tersadar dan sontak menjauh dari alex dan mukanya berubah merasa bersalah.
“ups..sori,”kata bintang sambil menyabet tas nya lalu beranjak pergi meninggalkan alex, tapi alex menahannya.
“Engga, sori, bin! Harusnya gue yang minta maaf. bintang !” cegah alex sambil mengikuti bintang.
bintang terus melangkah sambil menyeka air matanya yang mulai mengalir. Hatinya kini dipenuhi rasa bersalah pada marcell karena ia telah mengkhianati cintanya.
“Engga,lex . Gue gak bisa!!”
“Tunggu,binn! maafin gue!”kata alex sambil menarik tangan bintang, tapi bintang menepisnya cepat.
“Lepasin,lex!” kata bintang, sesenggukan. Lalu dia berlari semakin meninggalkan alex.
“ARGH !!” Alex mengacak-acak rambutnya sendiri.

* * *


Sabtu, 21 Juni 2014

CerBung My Couple Cie Cie MENYESAL (part-1)


 Happy reading guyss :)



Hujan sore itu menambah kegalauan yang dirasakan pria berwajah oriental itu, kakinya melangkah gontai meninggalkan gadis yang selama ini dicintainya setulus hati. Sementara seorang gadis masih terus memanggil namanya dibelakang, tapi ia tak peduli..

Semula ku tak yakin kau lakukan ini padaku
Meski di hati merasa kau berubah saat kau mengenal dia


Ini bulan Desember, dimana langit mengeluarkan hujan hampir setiap harinya. Seperti pagi ini, hujan baru saja turun namun sekarang sudah mulai reda. Maka dari itu sebelum hujan kembali turun, seorang lelaki bernama Marcell menggunakan kesempatan ini untuk keluar dan main basket. Sebelumnya ia mampir dulu ke rumah kekasihnya yang bernama Bintang. Sampai di depan rumah Bintang, ia langsung memberhentikan motor ninja merah kesayangannya. Kebetulan Bintang sedang menyapu di halaman rumahnya.
“Selamat pagi, Bintang cantik ” sapa marcell sambil memberikan senyum manisnya.
“Pagi marcell hansem (handsome)” balas bintang, menunda pekerjaannya semula.
“Wah rajin banget sih princess nya marcell pagi-pagi udah bersih-bersih rumah aja. I proud to be your boyfie :) ” godanya.
bintang tertawa kecil,“Bisa aja kamu !thanks ya, cell..I Proud to be yours too :). Anyway kamu mau kemana,cell? Pagi-pagi kok udah motoran?”
“Aku mau ke lapangan basket nih, dan aku kesini mau ajak kamu pergi. Mau yah?”
“Hmm..mau maen basket ?”
“Bukan. Mau renang.”jawabnya datar.
“Ha? Seriusan ?”tanya bintang gak percaya.
“Ya enggaklah bintang sayang !Pertanyaan kamu lucu deh, aku mau ke lapangan basket ya mau maen basket !masa mau renang -_-* Aku kan lagi persiapan buat pertandingan basket tingkat kabupaten, nah hari ini tuh sekalian latihan sama beberapa orang yang bakal jadi lawan aku nanti. Gimana mau ikut ga? Ayolah binn, selama ini kan kamu jarang nonton aku maen basket.”
“yaa abis kalo aku ikut kan gak ada temen nonton, kamu sih enak pas nyampe lapangan ya tinggal maen sama temen-temen kamu, nah aku? Diem aja deh jadi pajangan di pojokan ~,~”
“Ya nggak gitu dong, aku janji deh ga akan cuekin kamu pas disana. Kamu percaya kan sama aku? Ayo bin ikut yuk !”
“ngh..yaudalah apa salahnya sih sekali-kali? Lagian ini hari minggu.”
“Nah gitu dong :)”
“Oke, tunggu ya aku ganti baju dulu !”


* * *
Di Lapangan..


Singkat cerita, Marcell sudah dapet score yang beda tipis dengan lawan maennya. Tapi lawannya lebih unggul beberapa angka. Ternyata keduanya sama kuat. Sampai akhirnya time up, score grup Marcell terpaut 3 angka dengan lawannya.
marcell yang tetap terlihat keren walaupun peluh menetes banyak dipelipisnya, saat itu ngos-ngosan sambil memegang lututnya karena kecapean ketika salah seorang lawannya menghampiri dia lalu mengulurkan tangan didepan muka marcell, “Selamat, Bro!” serunya. marcell mendongak, melihat siapa yang ada di depannya, “Permainan lu udah nyaris sempurna dan lebih jago dari sebelumnya.. Kita cuma terpaut 3 angka. Great!” lanjutnya.
marcell tersenyum sambil menjabat tangan cowo itu, “Tapi gue masih belum bisa ngalahin lu, tetep aja lu yang menang.”
“woles aja, Broh ! lu pasti bisa ngalahin sekolah-sekolah lain sampe kita ketemu lagi di final entar.”
“Pasti ! dan bakal gue buktiin kalo gue juga bisa menang dari lu !”
“oke , kita liat aja nanti .”
Tiba-tiba terdengar suara bintang memanggilnya dari jauh, “Marcell !!!” panggilnya dengan lantang, sambil berjalan menghampiri marcell. Otomatis, marcell dan cowo itu menoleh ke arah bintang.
“Ini,cell minum dulu !” kata bintang waktu sudah dekat marcell sambil menyerahkan sebotol pulpy orange ke tangan marcell.
“Thanks ya, binn !”sahut marcell, tersenyum.
“Iya..”jawab bintang sambil menyeka pelipis marcell yang keringetan.
“ehemm..” temannya marcell berdeham, “ouu so sweet..jadi gitu ya lu sekarang, mentang-mentang hampir setahun ga ketemu jadi ga bilang-bilang punya pacar baru, dulu aja kalo lu suka sama cewe minta gue yang comblangin. Okeh marcell..”
Sontak marcell tersedak minuman begitu mendengarnya, “uhukk..uhukk..o-i..iya sori sori, lex gue lupa. Kenalin deh ini bintang cewe gue, binn kenalin dia alex sahabat aku dari SMP.” Katanya, mengenalkan.
bintang dan alex pun saling berjabat tangan dan menyebutkan nama.
“alex :)”
“bintang :)”
“Cantik juga cewe lu, cell. Sayang udah punya cowo, elu lagi cowonya !ckck” ujar alex sambil geleng-geleng.
“Wah sialan! Apaan tuh maksudnya?!” kata marcell keki, sambil menoyor kepala alex.
“hehe kidding, Bro!” kata alex sambil nyengir.

* * *
Dua hari kemudian..
Pulang sekolah saat itu bintang menerima panggilan, di HP nya tertera sebuah nama.
‘My marcell calling...’ bintang langsung menekan tombol Ok.
“Halo !”sapanya.
“Halo, bin. Kamu udah pulang sekolah?”tanya marcell di seberang.
“Iya, tapi masih di sekolah sih. Kenapa?”
“Duh, maaf banget yah binn aku ga bisa nganterin kamu pulang sekarang, soalnya harus latihan basket nih. Gak papa?”
“Oh yaudah gak papa, aku bisa pulang sendiri kok.”
“Beneran? Yaudah maaf sekali lagi yah bin, aku sebenernya khawatir kalo ga nganterin kamu tapi aku harus serius latian nih.”
“Iyaa gak papa, marcell sayang :)”
“Oke hati-hati yah, bin! Kabarin kalo kamu udah nyampe rumah, ok?”
“Iya, byebye!”
"bye :)”
Telepon terputus.
Saat itu juga bintang berjalan ke halte untuk menunggu bus. Ya, ia terpaksa pulang dengan naik bus karena marcell harus latian untuk persiapan menghadapi pertandingan basket tingkat kabupaten.
Saat sedang menunggu sendirian, tiba-tiba sebuah motor cagiva berhenti menepi tepat ke depan bintang. Kemudian ia membuka helmnya dan bintang langsung mengenali wajah di balik helm itu.
‘alex?’ gumamnya.
“Hei, bintang?”
“hai,lex !”seru bintang sambil tersenyum tipis.
“Ngapain lo disini ?sendirian lagi !”
“Ya nungguin bus lah !masa nungguin kereta?! Pake nanya lagi -_-* ”katanya sambil melipat tangan didepan dadanya.
“Ko pulang sendiri? Ga sama marcell?”
“he has to basketball training and it make me go home alone.”
“Ooh..well, wanna go with me? I’m take you home! won’t you?”
“ehm..naek motor? Tapikan ujan, lex!”
“Cuma gerimis kok !yaa gue gak maksa sih kalo emang lu gak mau yaudah..” kata alex sambil men-star motornya siap pergi, tapi bintang mencegahnya.
“Eits tunggu, tunggu dulu !Oke deh gue ikut, lumayan uang gue gak kepake ongkos :p”

Sampe di rumah bintang..
“Disini rumah lo?” tanya alex begitu sampai didepan rumah nomor 12.
“Iya, thanks ya , lex” kata bintang sambil turun dari motor, “Mau mampir dulu gak?”
“hmm..boleh deh!”
‘Jah..si alex !padahal gue kan Cuma basa-basi, tapi malah di-iya-in. Yaudah deh ga mungkin juga kan gue malah bilang, ‘Duh lex ga jadi deh nawarin mampirnya, itu tadi cuma tawar warung aja :p ’ ’ batin bintang.
“egh..duduk didepan aja ya, lex !soalnya di dalem gak ada siapa-siapa.”kata bintang sambil menuntun alex ke beranda rumah bintang. alex Cuma mengangguk.

Beberapa menit kemudian setelah mereka ngobrol basa-basi...
“Eh bin, lo udah berapa lama pacaran sama marcell?”tanya alex kemudian.
“udah..hampir setengah tahun sih, 5 bulan ada lah !”
“kenal darimana?”
“waktu itu kan tim basket sekolah marcell ada tanding sama tim basket sekolah gue, nah dari situ lah kita ketemu! Lo sendiri udah berapa lama sama marcell?”
“Hah? Gue? Sama marcell?” alex tampak tak menangkap maksud pertanyaan bintang, “Gue sih sebenernya normal bin, cuma..kalo lagi jenuh plus khilaf kadang-kadang gue emang suka belok..”katanya datar, tapi sukses bikin bintang terlonjak dan agak menjauh dari alex.
“Najjis lu, Lex ! WOY maksudnya apa tuh?! Lu NORMAL kan ??tadi tuh gue nanya lu udah berapa lama sahabatan sama marcell ?? bukannya pacaran juga!”
“OOOooh, itu tooh. Ya gue udah kenal marcell sejak SMP, udah cukup lama lah, Cuma gara-gara masuk SMA yang beda aja kita kepisah.” Jawab alex, bilang ‘kepisah’ kayak ngomongin anak kembar sial (ralat : siaM) yang operasi biar bisa pisah #apadeh ~abaikan xp
“Dasar! apa yang lu pikirin sih sampe jawabannya ngaco gitu? Ihh jangan-jangan lu emang belok alias ‘SUKSES’ lagi !”tuduh bintang, bergidik.
alex cekikikan puas liat ekspresi bintang, “hihi abis pertanyaan lu juga sih kayak gitu! ane kan ga paham, Gan xD Tenang aja lagi, gue ga belok atau..apa tadi lu bilang? ‘sukses’? apaan tuh?”
“SUKa SESama !!”
“Iddiiihh enggak lah yaaw ! ahahahaha”
“hmm mencurigakan...”mata bintang menyipit.
“wah sial! gue bisa buktiin kok kalo gue normal! liat mata gue bae-bae!”kata alex tiba-tiba, sambil menatap bintang dalam-dalam.
“K-Kenapa..harus liat mata sih..” tanya bintang gugup, karena alex terlalu dekat ke mukanya.
“Kata orang, cara biar tau orang itu bohong atau ngga adalah dengan menatap matanya dalam-dalam, biasanya kalo dia bohong pupilnya bakal membesar. Tataap mata saaya !!”
bintang berusaha ngejauh, matanya merem melek nervous, tercium bau harum parfum alex dan bahkan wangi mint dari mulutnya. Tak tahan lagi, bintang langsung mendorong alex hingga alex nyaris terjatuh, “UDAH!! fuaah hhh..sial! gue nahan napas tau!” alex ketawa puas, “wuahahahahah makanya percaya sama gue! gue ga ada tampang bohong kan ?”
“harus gue akuin emang gak ada tampang boong sih ,..—“
“Nah !”
“Tapi tampang mesum ada !”
“sialan -_-* ”




* * *
Sore setelah alex pulang, bintang langsung ke kamarnya dan memeriksa HPnya, dan mendapati 3 misscalled dan 3 pesan dari nomor kontak yang sama : My marcell
‘Astaga, marcell!’ gumamnya sambil langsung membaca satu-satu smsnya, yang isinya seperti ini :


14.00
From : My Marcell
Bintang kamu udh drmh blm? duh maf ya aku ga bsa anterin pulang


14.15
From : My Marcell
Bin? Ko balesnya lama? lagi apa kmu?


14.30
From : My Marcell
Bintanggg kamu dmna? Angkat dong telponnyaa!! jgn bkin aku kuatir dong


Saat itu juga bintang langsung menelpon marcell. Terdengar nada tunggu, tak lama marcell menjawabnya.
“Halo, bintang? Ko baru nelpon? Where have you been?”tanya marcell dengan nada cemas.
“Ya ampun cell, maaf ya aku baru ngasih kabar! maaf banget! aku udah pulang dari jam setengah 2 tadi, tapi HPnya aku tinggal di kamar soalnya ada..—“ kalimat bintang terhenti, ‘duh ga mungkin banget gue bilang ada alex, ntar dia mikir macem-mcem, lagi!’batinnya.
“Ada apa, binn?”
“Ada tamu, cell didepan! sori yaa~” kata bintang menyesal.
“Ooh aku kira ada apa. Yaudah gak papa, aku Cuma mau mastiin kamu nyampe rumah dengan selamat, soalnya aku takut kamu kenapa-napa, selama ini kan aku terus yang nganterin kamu, tapi sekarang ga bisa. Besok juga kayaknya aku belum bisa, binn. Karena pertandingan gak lama lagi, latiannya jadi setiap hari menjelang pertandingan deh. Padahal aku cape banget, bin ~_~”
“hmm aku gak papa kok kalo harus pulang sendiri, yang penting kamu juga jangan maksain latian yah! kalo cape mending istirahat dulu, jangan sampe sakit yah, cell!”
“iyaa :) thanks ya, binn !”
“Oya kamu udah pulang? Udah makan belum?”
“Ini aku baru selesai latian, di rumah aja makannya. Sekarang mau pulang, kok!”
“Jangan telat makan ya, cell! Sori ga bisa nemenin kamu latian :(”
“:) gak papa ko! aku gak pengen bikin kamu jenuh. Kamu udah makan kan?”
“udah ko :)”
“Oke, aku pulang dulu ya, bin! ntar dilanjut lagi telponnya! ok?”
“ok, bye! hati-hati yaa~”
“sip! bye~”
“mmuach :* ”

* * *




Gimana ceritanya???
Lanjutan nya bakal aku post secepat nya kok :) oiya aku butuh komentar kalian tentang cerita ini boleh ya... kalian bisa mention di twitter aku @ekanuroktavian4 atau bisa langsung koment di bawah ini!


Sabtu, 17 Mei 2014

Cerpen "Aku Yang Tersakiti" Part End



Hai... ini lanjutan cerpen yg ke 2 nya ya
Maaf kalo lama nungguin nya soal nya aku nya sibuk hehe...
Sorry juga kalo cerita nya kurang bagus



Oiya sebaiknya kalian baca dulu lg part sebelum nya biar fell nya dapet  ,langsung klik link nya aja ya http://ekanuroktaviani29.blogspot.com/2014/05/cerpen-couple-alex-bintang.html


 Selamat membaca :)




Di SMA City bandung…

alex sedari tadi gelisah,hari ini bintang tak masuk disekolah..abel dan luvi juga tidak masuk..Muncul pikiran yg aneh-aneh dibenak alex…. Dia membuka twitter,fb,whatsapp, tak ada satupun tanda-tanda dari bintang..

‘dia kemana siih??’ batin alex gelisah..





1 jam menempuh perlajan akhirnya mereka sampai juga di bandara Jakarta…

Seseorang telah menjemput mereka dibandara..Siapa lagi kalo bukan sahabat mereka bulan…

“BULANNNNN” teriak bintang,abel dan luvi ketika melihat bulan…

“huahhhhhhhhhh gue sesek nafas,woyyy badan gue kecil nih,ditimpuk loe bertiga mati lah gue” marah bulan

“hehehe peace bulan tayongg,kangen si gue sama loe,,udah brapa lama yaa gag ketemu..hehe” ucap bintang cengengesan..

“gue juga kangen sama kalian” ujar bulan,kemudian 4 sahabat itu berpelukkan (?).. Akhirnya merekapun pergi ke rumahnya bintang yang di jakarta,diantar oleh bulan dengan mobilnya…Dijalan bintang menceritakan kenapa dia pindah,kenapa juga abel dan luvi ikut-ikutan pindah :P

“yaampun bintang,gag nyangka gue pacar ehh maaf mantan loe itu setega itu…Dihhh amit-amit dehh gue sama dia,kalo gue jadi loee udah gue cincang tuhh pacar loe itu” respon bulan menggebu-gebu..Sedangkan bintang hanya tertawa saja…Merekapun melanjutkan pembicaraan mereka..



1 tahun kemudian..

bintang, abel,dan luvi masuk di sekolah SMAN 17 Jakarta.. Mereka 1 sekolah dengan bulan, karna bulan yang mengajak mereka supaya masuk di sklh itu…Sekarang mereka udah kelas 11..Ohyaa bintang, abel dan luvi diajak sama bulan untuk masuk ke dalam cheers sekolah mereka,awalnya mereka tak mau,tapi setelah dipaksa,akhirnya mereka mau juga..



Di SMA City Bandung…

Kini alex sudah putus dengan virgie..Semenjak mendengar bintang pindah sklh alex menjadi frustasi,dia jadi ugal-ugallan,jadi anak nakal,sering bolos sklh,minum minuman,bisa dibilang dia kayak preman.__. virgie pun tak bisa menghentikan sifat alex itu,malah dia menyerah dan memutuskan untuk pindah ke Prancis…..Orang tua alex pun sepertinya tak bisa menghentikan alex….

“alex sudah brapa kali saya bilangg,dilarang merokok diarea skolah,mau kamu saya skors lagi ?hahhh??” bentak kepala sekolah…Untuk kesekian kalinya alex dimarahi oleh kepseknya karna ketahuan merokok diarea sekolah,bahkan dia pernah di skors selama 1 minggu..Tapi yaa emang dasarnya keras kepala,dia menganggap angin omongan kepseknya itu..

“udah bosen saya miss di skors” ujar alex santai..kemudian meninggalkan kepseknya begitu saja…. Kepseknya menyerah,sampai kapanpun dia negur,pasti alex akan melakukannya kembali,,mereka tak brani mengeluarkan alex dari sklh karna ayah alex penyumbang dana terbesar di sklh itu…



Ditempat lain tepatnya di SMAN 17 Jakarta anak-anak cheers sedang melakukan latihan…Termasuk Bintang, Bulan, Abel, dan Luvi… Di cheers Bulan menjadi flyer,Bintang dan luvi second flyer sedangkan abel menjadi base nya…

“anak-anak Cheers kesini semua” panggil miss Shelly selaku pelatih cheers mereka..

“ada kabar baik untuk kalian,sklh kita ditunjuk oleh bupati mewakili kota Jakarta untuk mengikuti lomba cheers se Indonesia” ujar miss Shelly..Memang anak-anak SMAN 17 Cheers adalah cheers yang paling popular di Jakarta,…

“yeahhhhh” sorakk anak-anak SMAN 17 Cheers

“Nanti kita akan lomba di Bandung,tepatnya di SMA City Bandung, kita akan bersaing dengan 32 cheers dari seluruh Indonesia…” sambung miss Shelly

“dii..dimana???City Bandung?” kaget abel

“udahlahhh,yang penting kita disana untuk lomba bukan bernostalgia” ujar bintang santai,padahal dalam pikirannya dia memikirkan alex…

‘apa gue akan ketemu alex lagi’ batin bintang…

“Di perlombaan nanti kita akan memakai 10 piramid..Piramid M,221,stengah table,table top,332,fortage,pesawat,as,split dan oneone,,dance kita akan memakain 20 gaya dance..So dari skarang kalian harus latihan ekstra,karna durasi,pyramid dan dance akan saya tambahkan…Durasi kita kira-kira sampai 18 menit” jelas miss Shelly

“mengerti semua?”

“mengerti miss…”

“okee mulai latihan..” suru miss Shelly…



Mereka semua skarang sudah berada di City Bandung…Anak-anak cheers lain menginap di hotel,berbeda dengan Bintang, abel, dan luvi mereka tinggal dirumah mereka yg di Bandung, Bulan dia menginap dirumahnya abel… Sehari sebelum perlombaan dimulai,ada seorang wanita paruh baya datang ke rumahnya Bintang, dia berbicara serius dengan bintang…Sepulangnya wanita itu,bintang menangis dikamarnya…

“alex loe kenapa jadi gini sii….” Gumam bintang ,kemudian dia tertidur..



Keesokan harinya di SMA City Bandung…

“huahhhh kangen gue sama sklh ini” ujar Bintang senang

“kangen sklhnya atauu…hmmm” goda luvi

“apa sii gag mulai dehh…” sewot bintang…

“ehh gue ke toilet bentar yaaa,” pamit bintang kemudian dia berlari ke toilet untuk membenahi makeup nya…

“2 jam lagi kita tampil bintang,cepet yaa” teriak miss Shelly..bintang mengacungkan jempolnya..



“ahelahh kenapa makeupnya harus menor gini sii..ewww” ucapnya memakain makeup…

Pas dia keluar dari toilet dan melewati pintu belakang sklh,dia mendengar seperti ada yang rebut-ribut,,Dia mengintip sedikit pintu pagar blakang sklh,dia melihat anak-anak sklh yang mabuk-mabukkan disitu..

‘ya Allah,sejak kapan di blakang sklh itu jadi tempat mabok-mabokkan sii ?perasaan dulu gag ada dehh’ batin bintang…Karna takut akhirnya bintang memilih untuk menjauh dari situ,takutnya ada yg lihat dia,tapi pas dia mau pergi,dia mendengar suara,suara yang tak asing bagi dia…

‘alex’ batinnya..Dia menghentikan niatnya,lalu membalikkan badannya.. Yaa diaa melihat alex, alex yang berantakan,dia bernyanyi-nyanyi tak jelas bersama teman-teman mabuknya itu….

“Alexxxx…….” Teriak bintang,dia membuka pintu pagar itu…Ternyata benar yang dibilang mama alex tadi malam,bahwa alex telah berubah,menjadi anak yang urak-urakkan… Anak-anak yang mabuk itu menoleh kearah bintang, termasuk alex…bintang menjadi ngeri sendiri,dia memakai baju cheers yang notabennya sangat pendek,5 jingkal dari pinggang._.

“heyyyy cantikkk….” Goda orang mabuk itu mencoel dagu bintang, bintang menjauh dari orang mabuk itu,dia menatap alex yang juga sedang tertawa-tawa melihat bintang digoda oleh teman semabuknya itu… Tak lama orang mabuk itu memegang tangan bintang,bintang yang ingin melepaskan tapi tak bisa,cengkramannya terlalu kuat..

“mau kemana manis..hahaahhaa” tawa orang mabuk itu,,

BUKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK .. Tiba-tiba ada seseorang yang memukul orang mabuk itu.

“jangan pernah ganggu diaa…” bentak seorang laki-laki sambil menarik bintang…

“ampunn boss ampunnn..iaaa iaaa” mohon orang mabuk itu..Kemudian mereka semua pergi… Tinggalah bintang bersama laki-laki itu… Laki-laki itu menarik bintang masuk ke dalam sklh,dan menutup kembali pintu blakang sklh..bintang masih menutup matanya,dia masih takut… Tak lama dia merasa hangat,dia merasa ada yang memeluk dia,memeluk erat,bintang membuka matanya..Matanya bertemu dengan mata sosok yang sangat dia sayang,yang di cinta dan yang sangat dia rindukan,,yaa siapa lagii kalo bukan alex..

“Al…exxx…..” ucap bintang terbatah-batah,dia tidak tau mau bilang apa lagi…

“aku kangen kamu bintang” ucap alex pelan tepat ditelinga bintang,dia memluk bintang kembali,bintang merasakan baju cheernya sedikit basah..

‘alex menangis?’batin bintang.. bintang mengangkat wajahnya dan benar saja alex menangis… bintang bingung mau buat apa…Dia melepaskan pelukan alex…

“bintang,aku kangen kamu” ucap alex lagi,memegang tangan bintang, bintang ingin menangis saat itu juga…Jujur sampai saat ini bintang masih sayang sama alex. bintang menunduk..

“kenapa baru skarang kamu datang bintang??” Tanya alex memeluk bintang kembali, bintang diam..Kemudian alex melepaskan pelukannya dan menarik bintang duduk di bangku taman blakang sklh…

“tadi kamu ngapain mabok-mabokkan?” Tanya bintang to the point…alex hanya tersenyum memegang tangan bintang..

“siapa yang nyuruh kamu mabok?Kamu kenapa skarang jadi gini si??Kata mamamu skarang kamu jadi brandalan yaa,suka bolos,ngerokok,mabok-mabokkan,gilaa yaa kamu???hahh??” bentak bintang melepaskan tangan alex dengan kasar…

“mamaku cerita kekamu?” Tanya alex balik..

“Ditanya malah Tanya balik,…” sewot bintang

“aku kayak gini karna kamu..”

“wooo enakk ajaa karna aku..issss” protes bintang

“yaa emang bener karna kamu,karna kamu ninggalin aku,gag pernah ngasih kabar ke aku,yaa aku frustasi…Aku jadi begini supaya bisa lupain kamu,tapi nyatanya?tetep aja gag bisa…”jelas alex

“lahh?itu si virgie?”ucap bintang santai..

“Dia udah balik lagi ke Prancis,kan udah aku bilang semenjak kamu pergi aku jadi ugal-ugalan,yaa dia udah gag tahan lagi sama sifat aku makanya dia pergi…”

“dia pergi kenapa gag ditahan?bukanya kamu cinta sama dia?sayang sama dia?” sindir bintang..

“ngapain ditahan?Tohh waktu itu dipikiran aku dan dihati aku Cuma ada kamu… Setelah kamu pergi,aku baru sadar kalo Cuma kamu yang aku sayang,yg aku cinta..virgie Cuma masa lalu,waktu itu aku hanya sekedar kangen saja sama dia,tapi kangen sebagai teman bukan pacar…Aku minta maaf sama kamu,aku memang cuek dan jutek sama kamu,sering ngebentak kamu,aku juga gag tau kenapa aku kayak gitu,tapi asal kamu tau,walaupun aku begitu,aku tetep sayang sama kamu… Denger kabar kamu pindah,aku kayak kehilangan semangat hidup bintang … “ jelas alex…

“hmmmmm…” gumam bintang menundukkan kepalanya..

bin kamu mau kan maafin aku??”

“dari dulu aku udah maafin kamu kok..” ucap bintang tersenyum..

“mmmm bintang, aku sayang kamu…disinii…” ucap alex nunjuk dada bintang

“apa masih punya aku?” Tanya alex ragu-ragu… bintang tersenyum jahil…

“gimana yaa??kasih tau gag yaa??hmmm gimana yaaa…” ucap bintang ketawa-ketawa…

“apasihh malah ketawa,ayodongg jawab binn…”

“maaf alex, ini*menunjuk dadanya* bukan punya kamu lagi” ucap bintang tertunduk.. alex?? Dia menjadi lesu…Yang tadinya senang bukan main,mendadak jadi lemes..

“slamat yaa kalo gitu” gumam alex tersenyum miris..

“Hati ini bukan milik kamu,tapi milik………..orang yg sekarang ada di depan aku ALEXXX ” ucap bintang tersenyum puas…alex yang menundukan tiba-tiba mengangkat kepalanya dan melihat keaarah bintang,dia memeluk bintang  erat sangat erat…

“aku sayang kamu bintang …”

“aku juga alex..”

“bintang mau kan balikkan lagi sama aku??..” pinta alex dengan muka melas

“gag romantiss…” bintang pura-pura ngambek..

“yahh kamu tau kan aku bukan tipe seperti itu bintang” ucap alex lesu..

“hahahaa canda doing kok J….”

“jadi gimana?mau kan?.....” Tanya alex sekali lagi…

“guee mau asalkann….”

“asalkan apa..??”
“loe brenti ngerokok,bolos,mabuk-mabukkan,pokoknya loe berubah,loe harus kembali ke diri loe sendiri”

“No prob,kalo kamu yang nyuruh apa sihh yang gag..” ujar alex mengacak-acak poni bintang

“ehh tapi kalo kembali kesifat asal,berarti aku jadi jutek,cuek,sama suka bentak-bentak kamu lagi dong?” goda alex

“yaa gag gitu juga kalii…” ucapp bintang manyun…

“hehe gag kokk,aku akan berusaha supaya menjadi pacar yang baik buat kamu,dan gag akan pernah ngecewain kamu lagi” ucap alex tulus…

“janji??”

“janji..:D” ucap alex memeluk bintang dan mencium kening bintang …



“cieee balikkaannnn nieeeeee cieeee cieeeee….” sorak abel, luvi, dan bulan yang keluar dari persembunyiannya(?)..

“Loe semua ngintip yaa?” sewot bintang

“dikit doing gpp kalii..hahahahahhahaaha” ujar abel..kemudian mereka tertawa..

“alex, awas yaa loe nyakitin sahabat gue lagi…gue gorokk loe..” ancam luvi

“ahhaha gag akan n Gag akan pernahh” ucap alex  tuluss…..

“yaudah yukk guys kita lapangan skarang,bentar lagi kita tampil” ucap bulan kepada teman-temannya….

“cieeee pacarku anak cheers nieee cieeee….” Goda alex…

“apaa sii..hahahahaa”



‘akhirnyaa makasih TUHAN aku bisa balik lagi sama AlexJ’ batin bintang …





 TAMAT--